Senin, 10 Oktober 2011

NUTRISI BAGI WANITA HAMIL

MAKANAN MENGATASI KELUHAN SAAT HAMIL
Beberapa ketidaknyamanan di masa hamil mengkondisikan wanita hamil untuk menyesuaikan kebiasaan makan. Seringkali ibu hamil tidak dapat mengonsumsi makanan seperti biasa. Bahkan, tidak jarang makanan pokok seperti nasi menyebabkan mual dan muntah bagi ibu hamil.
a. Untuk menyiasatinya, maka dapat dilakukan frekuensi makan yang lebih sering dengan porsi lebih kecil dapat membantu, dengan biskuit sebagai camilan dan banyak minum cairan.
b. Sementara itu, rasa panas dalam dada dapat diredakan dengan makanan porsi kecil dan menghindari makanan berminyak atau pedas dan kafein. Untuk sembelit, yang dapat muncul selama hamil, tingkatkan konsumsi cairan, makanan berserat, dan buah-buahan serta jus.
c. Selain menjaga dari resiko dehidrasi, cairan yang cukup dalam tubuh juga dipercaya akan mengurangi rasa mual dan muntah yang dialami ibu hamil.
d. Makanan segar dan mengandung banyak air, dapat menjadi alternatif yang baik bagi wanita yang tengah hamil muda. Hindari juga makan yang terasa asam seperti mangga muda. Memang terasa enak di mulut, namun justru akan membuat perut bertambah kembung.
e. Selain itu, waktu istirahat cukup dibutuhkan oleh para calon ibu. Istirahat bagi wanita hamil tidak berarti harus tidur berbaring. Beristirahat dengan relaksasi di kursi atau sofa selama 30 menit hingga 1 jam cukup mengembalikan kondisi fisik ibu hamil usai beraktivitas.
f. Pada malam hari, usahakan agar ibu hamil mendapat waktu tidur yang cukup untuk menjaga kondisi tubuhnya.
14 gangguan Kehamilan
Gangguan kehamilan dapat terjadi kapan saja. Bisa pada saat kehamilan muda, atau pada masa kehamilan mulai menua, selain juga pada saat-saat menjelang persalinan. Setiap masa dalam kehamilan memiliki jenis gangguannya sendiri-sendiri.

Jenis gangguan kehamilan beragam, dari yang ringan sampai yang berat. Semua jenis gangguan kehamilan dapat diatasi. Beberapa di antaranya sebetulnya sudah dapat dicegah. Upaya pencegahan dapat dilakukan selama pemeriksaan kehamilan rutin. Sekurang-kurangnya, ada 14 jenis gangguan kehamilan yang mungkin timbul dan perlu diwaspadai.
Apa saja?

1. Muntah-muntah
Normal jika mual dan muntah berlangsung dalam triwulan pertama kehamilan. Namun, jika muntah-muntah terjadi berlebihan sampai 7 kali dalam sehari, kondisi ibu menjadi lemah, tidak berselera makan, berat badan menurun, dan nyeri ulu hati. Keadaan demikian tidak boleh dibiarkan. Mintalah bantuan bidan atau dokter. Kemungkinan ibu hamil sedang mengidap penyakit berat dan memerlukan perawatan rumah sakit. Kekurangan makanan dan cairan perlu dikoreksi dengan pemberian cairan infus. Jika tidak dikoreksi, buruk pengaruhnya terhadap anak di kandungan maupun pada diri ibu sendiri.

2. Kehamilan lewat 5 bulan, tak merasa ada gerakan janin
Jika betul itu dialami, kemungkinan anak sudah mati dalam kandungan. Dokter dan bidan perlu segera memastikannya. Jika dari pemeriksaan tidak terdengar lagi bunyi jantung anak, berarti anak memang sudah mati. Bayi mati dalam kandungan harus segera dikeluarkan. Jika tidak dikeluarkan, dapat mengganggu ibu. Bayi mati di kandungan lama-lama akan mengering, dan perut ibu semakin susut mengecil. Ibu harus curiga bayi sudah mati dalam kandungan jika perutnya semakin hari semakin mengempis.

3. Berat badan naik berlebihan
Waspadalah jika berat badan ibu hamil naik lebih dari 1 kg dalam seminggu, terkadang disertai tungkai dan mata kaki yang membengkak, tekanan darah meninggi, air seni keruh, nyeri kepala, dan penglihatan berkunang-kunang. Kemungkinan itu merupakan gejala dan tanda pre-eclampsia, yang jika dibiarkan akan masuk ke dalam eclampsia, penyakit yang mengancam nyawa ibu maupun anak jika tidak segera ditanggulangi.

4. Gangguan ginjal
Ibu hamil juga dapat menderita gangguan ginjal. Sering demam-demam, air seni keruh, tekanan darah mungkin meninggi, sering mual-mual (lagi), atau sampai muntah-muntah, nyeri kepala, dan mungkin tidak enak di pinggang. Gangguan ginjal pada ibu hamil perlu segera diobati. Mungkin perlu perawatan rumah sakit.

5. Sering berdebar-debar, sesak napas, dan lekas lelah
Waspadalah jika keluhan tersebut berlangsung terus-menerus, dan kian hari kian bertambah berat. Jika tadinya keluhan itu muncul hanya pada saat melakukan aktivitas fisik, namun sekarang tidak melakukan aktivitas fisik pun sudah berdebar dan sesak napas, kemungkinan ada gangguan jantung dalam kehamilan (vitium cordis). Ibu dengan kondisi begini memerlukan perawatan khusus di rumah sakit, dan pertolongan khusus pula sewaktu persalinan.

6. Anemia
Jika wajah pucat-pasi, merah mata dan telapak tangan pucat, lekas lelah, lemah, dan lesu, kemungkian ibu hamil menderita kurang darah (anemia). Sel-sel darah merah kekurangan unsur hemoglobin. Pada ibu hamil, anemia sering disebabkan oleh kekurangan zat besi. Anemia yang berat bisa mengganggu jantung juga. Keluhan sering berdebar pada pasien anemia kemungkinan karena sudah sampai stadium membebani jantung.

Anemia kekurangan zat besi mudah diatasi dengan pemberian tambahan pil zat besi (sulfas ferosus), atau tablet penambah zat besi lainnya. Anemia dalam kehamilan berefek buruk pada kehamilan, selain juga berefek buruk pada janin yang dikandung. Pasokan zat asam janin kurang dari normal. Gangguan plasenta dan perdarahan pasca-persalinan sering terjadi pada ibu hamil yang anemia.

7. Gangguan kelenjar gondok
Jika kelopak mata sembab menonjol, tapi bukan sakit mata, jemari gemetar, sering berdebar-debar walau tidak habis melakukan aktivitas fisik, badan terasa lebih panas (gerah) dari biasa, dan banyak berkeringat, kemungkinan ini gejala aktivitas kelenjar gondok di batang leher berlebihan (hyperthyroid).

Kelenjar gondok tidak harus membengkak seperti pada penyakit gondok endemik akibat kekurangan iodium, namun fungsi gondoknya saja yang berlebihan, sehingga menimbulkan keluhan dan gejala seperti di atas itu. Agar tidak sampai mengganggu kehamilan, maupun janin yang dikandung, gangguan kelenjar gondok pun perlu diatasi.

8. Kencing manis
Ibu hamil dicurigai kencing manis jika bertubuh gemuk, berasal dari keluarga dengan riwayat kencing manis, mengeluh sering haus terus, banyak berkemih, dan merasa lapar terus. Ibu hamil dengan kencing manis akan melahirkan anak yang lebih besar dari normal. Seberapa bisa, kencing manis ibu hamil terkontrol agar tidak berpengaruh buruk terhadap anak yang dikandung. Pertolongan khusus perlu diberikan untuk bayi yang dilahirkan dari ibu yang kencing manis.

9. Ibu hamil dengan infeksi
Ibu hamil dengan demam tinggi dan berlangsung lebih dari 3 hari harus dipikirkan kemungkinan terjadi infeksi. Apa pun penyebab infeksinya, tidak menyehatkan bagi janin yang dikandung. Dokter perlu memeriksa kalau-kalau infeksinya berefek buruk terhadap anak.

10. Kejang-kejang
Ibu hamil dengan kejang-kejang tidak boleh dianggap enteng. Kejang-kejang sendiri bisa disebabkan oleh infeksi selaput otak (meningitis), atau pada otak sendiri (encephalitis). Namun, paling sering disebabkan oleh penyakit eclampsia seperti sudah dibahas di atas. Jangan tunda pergi ke dokter, sebab setiap kejang-kejang harus dianggap keadaan yang serius.

11. Keluar darah dan lendir dari liang rahim
Keluar darah dari liang rahim pada masa kehamilan kurang dari 28 minggu atau 7 bulan, kemungkinan terjadi keguguran. Ancaman keguguran yang masih awal dapat dibendung dengan perawatan khusus, agar janin selamat sampai cukup bulan. Namun akan gagal mempertahankan kehamilan jika perdarahan telanjur banyak dan berlebihan.

Keluar darah pada kehamilan yang lebih tua, kemungkinan ada gangguan pada air-ari. Keluar darah dapat disertai rasa nyeri mulas melilit di perut bawah, bisa juga tidak. Keluarnya darah dengan rasa nyeri disertai keluarnya lendir, apalagi jika sampai keluar air ketuban (menyerupai air seni), tergolong keadaan gawat darurat kehamilan. Ibu harus segera dilarikan ke rumah sakit, mencegah seberapa mungkin dalam 24 jam kehamilan masih dapat dipertahankan.

12. Kehamilan terganggu
Jika pada kehamilan muda (6-10 minggu) atau kurang dari dua setengah bulan keluar perdarahan dari liang rahim, disertai nyeri, mulas melilit di perut bawah, selain kemungkinan keguguran, dapat juga sebab kehamilan yang terganggu (KET atau Kehamilan Ektopik Terganggu).

Normalnya, kehamilan tumbuh di dalam rongga rahim. Namun, tidak demikian dengan kehamilan yang tersasar ke tempat tumbuh yang lain. Kehamilan di luar rahim disebut kehamilan ektopik (ectopic pregnancy), yang dapat terjadi di saluran telur, indung telur, atau di mana saja di luar rahim. Kehamilan di luar rahim dapat saja selamat sampai kehamilan cukup bulan, namun lebih sering mengalami gangguan. Jika kehamilan yang tersasar sampai terganggu, terpaksa anak harus dikeluarkan kendati belum cukup bulan.

13. Keluar darah setelah kehamilan 28 minggu
Jika keluar darah setelah kehamilan 28 minggu atau 7 bulan, kemungkinan ada gangguan pada ari-ari. Kalau bukan luruhnya ari-ari dari perlekatannya pada dinding rahim (solutio placentae), kemungkinan lain adalah mengelupasnya sebagian tepi ari-ari dari dinding rahim lantaran lokasi perlekatannya berada di sekitar mulut rahim (placentae praevia). Keduanya tergolong gawat darurat yang memerlukan pertolongan rumah sakit segera.

14. Keluar cairan ketuban
Ketuban atau bungkus bayi dalam kandungan tidak boleh pecah sebelum tiba waktunya persalinan. Jika sampai pecah, berarti cairan ketuban akan tumpah keluar dari liang rahim, dan anak yang seharusnya terlindung steril di dalamnya terancam bahaya tercemar oleh bibit penyakit dari dunia luar. Keadaan ini disebut Ketuban Pecah Dini (KPD), yakni keluar cairan menyerupai air seni tapi tak berbau pesing, sebelum merasa mulas-mulas tanda awal persalinan.

Adakalanya, cairan ketuban tidak bening lagi, melainkan sudah kehijau-hijauan, tanda sudah terinfeksi kuman dari luar. Infeksi cairan ketuban mengancam janin yang terbungkus di dalamnya. Ini pun tergolong gawat darurat. Janin perlu diselamatkan agar tidak sampai menderita infeksi di dalam kandungan ibunya.(BM/jul).

ATASI MUAL DENGn pola makan
Keluhan mual muntah boleh jadi dialami mayoritas ibu hamil. Bahkan dr. Indra Anwar, Sp.OG dari RS Bunda, Jakarta, memastikan sekitar 50-70% ibu hamil mengalaminya. Keluhan mual muntah ini dikatakan wajar jika dialami pada usia kehamilan 8-12 minggu dan semakin berkurang secara bertahap hingga akhirnya berhenti di usia kehamilan 16 minggu.
Meski begitu, tidak sedikit ibu hamil yang masih mengalami mual muntah sampai trimester ketiga. Keluhan mual muntah ini dikategorikan berat jika ibu hamil selalu muntah setiap kali minum ataupun makan. Akibatnya, tubuh sangat lemas, muka pucat, dan frekuensi buang air kecil menurun drastis. Inilah yang dinamakan hiperemesis gravidarum. Nah, agar tidak menetap jadi gangguan, ibu mesti mengatasinya dengan menghindari stres dan mengatur pola makan.
PENYEBAB MUAL DAN MUNTAH
· Peningkatan hormon estrogen

Peningkatan hormon ini membuat kadar asam lambung meningkat, hingga muncullah keluhan rasa mual. Keluhan ini biasanya muncul di pagi hari saat perut ibu dalam keadaan kosong dan terjadi peningkatan asam lambung.
· Faktor HCG
Hormon Human Chorionic Gonodotrophin yang dihasilkan plasenta di awal kehamilan diduga merupakan penyebab timbulnya rasa mual. Tak heran bila keluhan mual muntah biasanya akan mereda dengan sendirinya seiring bertambahnya usia kehamilan.
· Perubahan metabolisme glikogen hati
Kehamilan menyebabkan metabolisme glikogen hati dan inilah yang diduga sebagai biang keladi pemicu keluhan mual muntah. Namun keluhan ini akan lenyap saat terjadi kompensasi metabolisme glikogen dalam tubuh.
· Faktor psikologis
Seorang ibu yang tengah hamil muda, belum siap hamil, atau malah tidak menginginkan kehamilan lazimnya akan merasa sedemikian tertekan. Perasaan tertekan inilah yang semakin memicu mual dan muntah.
PENANGANAN MUAL MUNTAH BERLEBIH
* Penderita hiperemesis gravidarum mau tak mau mesti menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Terlebih jika sampai mengalami dehidrasi.
* Adakalanya ibu hamil mesti menjalani pemeriksaan urin di laboratorium untuk mengecek kadar keton dalam darah yang menjadi pemicu munculnya keluhan mual muntah. Kalau hasilnya positif, maka ibu mesti menjalani perawatan di rumah sakit. Asupan makanan pun harus melalui selang infus agar lambung bisa beristirahat. Setelah sekitar 8 jam, barulah boleh mendapat asupan makanan secara oral. Namun pemberiannya harus bertahap, dari cair, semipadat, sampai padat.
* Jika dianggap perlu, dokter akan memberi obat antimual. Tidak sedikit pula dokter yang memberikan obat antimag kepada pasien. Mengenai lamanya perawatan di RS sepenuhnya tergantung pada kondisi ibu. Jika kondisinya membaik, dalam waktu dua hari pun, ibu boleh pulang.
ATUR POLA MAKAN
* Jumlah dan jenis makanan, serta bagaimana penyajiannya memang bisa memicu keluhan dan gangguan mual muntah. Untuk itu, ingatlah seberapa banyak porsi yang bisa masuk, dan jenis makanan apa saja yang sekiranya memancing rasa mual serta ingin muntah.
* Jangan biarkan perut dalam keadaan kosong, mengingat peningkatan kadar asam lambung merupakan salah satu penyebab utama rasa mual. Aturlah pola makan menjadi lebih sedikit porsinya tapi lebih sering frekuensinya. Yang perlu diingat, ibu hamil tak perlu makan berlebihan.
* Lambung yang mengalami perlukaan bisa sedikit terobati oleh makanan dan minuman yang segar dan hangat. Sekalipun hobi, sebaiknya hindari dulu kegemaran menyantap makanan pedas, asam, dan bersantan karena hanya akan memperberat kerja lambung.
* Agar sarapan tidak diganggu keluhan, nikmati sepotong roti kering bersama secangkir teh manis hangat. Selain bisa meredakan dorongan mual muntah, makanan itu bisa menggugah nafsu makan.
* Untuk mengganti cairan tubuh yang terbuang lewat muntah, jangan ragu untuk banyak-banyak mengonsumsi makanan atau minuman berkadar air tinggi seperti sayuran, jus buah, dan sejenisnya.
* Makanan berkarbohidrat tinggi juga bisa dijadikan pilihan agar energi yang terbuang akibat muntah bisa segera tergantikan.
* Jenis-jenis makanan yang diduga memicu perut kembung sebaiknya juga tidak dikonsumsi. Soalnya, kondisi kembung akan membuat perut serasa terisi penuh padahal kosong.
* Yang pasti hindari stres dan ketegangan dalam bentuk apa pun. Jangan pernah menganggap kehamilan sebagai beban, melainkan sebagai fase kehidupan baru yang menyenangkan.
* Konsumsi Vitamin B6

SEK DAN KEHAMILAN
Bahasan ini tidak hanya khusus ibu-ibu, apalagi ibu hamil. Para bapak juga perlu tahu, kata cak Moki. Sedikit peringatan awal; kata-kata dalam tulisan ini akan cenderung vulgar. Apa yang anda harapkan? Saya sedang berbicara tentang seks! Dan, tidak, saya tidak menyediakan ilustrasi pendukung.

Mengapa topik dan kata-kata vulgar?
Ngapain ngomongin ginian? Sebagian perempuan yang merasa nyaman dengan teman perempuan lainnya (yang sudah menikah), dapat bertanya dengan leluasa. Atau bertanya pada ibunya. Tapi akan tetap banyak perempuan yang memilih untuk mencari tahu (sebagai tambahan atas percakapan tersebut atau sebagai pilihan utama) dari artikel di internet atau buku bacaan. Bahkan jika mereka termasuk yang tidak terhalang rasa malu untuk bertanya pada yang ‘lebih berpengalaman’.
Saya hanya menyediakan alternatif yang nyaman. Berselancar di internet, jika anda tahu caranya, dapat bersifat privat dan rahasia. Anda tak harus bertanya sambil malu-malu dengan pipi memerah sementara yang ditanya malah tersenyum-senyum geli.
Nah, mari kita hentikan basa-basi penjelasannya.

Perempuan (dan laki-laki) merasa khawatir
Ketika saya sedang memikirkan rancangan tulisan ini (baru dipikirkan, belum menulis apapun), bahasan ini diturunkan dalam majalah Parentsguide edisi Maret 2007. Seks selama kehamilan: Don't worry be happy dan Ketika Hubungan Intim Tak Lagi Bebas, dengan foto penunjang yang… ehm (kata suami, "Ya gak papa lah, itu kan majalah orangtua"). Karena itu majalah edisi tersebut juga saya masukkan sebagai referensi.
Sebagian perempuan merasa takut melakukan hubungan seksual saat hamil. Beberapa merasa gairah seksualnya menurun, karena tubuhnya melakukan banyak penyesuaian terhadap bentuk kehidupan baru yang berkembang di rahim.
Sementara di saat yang sama, gairah yang timbul ternyata meningkat. Lho? Iya, karena sudah terbebas dari pikiran tentang 'bakalan hamil gak ya?' (sudah hamil tidak bisa lebih-hamil lagi, kan?) atau 'kapan hamilnya, ya?'. Tenang, ini bukan kelainan seksual. Memang ada masanya ketika ibu hamil mengalami peningkatan gairah seksual. Ketika kondisi kesehatan tidak bermasalah, mengapa tidak? Suami juga pasti senang-senang saja
Minat menurun: trimester pertama
Pada trimester (3 bulan) pertama, biasanya gairah seks menurun. Jangankan kepingin, bangun tidur saja sudah didera mual. Morning sickness, muntah, lemas, malas, apapun yang bertolak belakang dengan semangat dan libido. Fluktuasi hormon, kelelahan, dan eneg dapat menghisap semua keinginan 'berkegiatan'.

Minat meningkat (kembali): trimester kedua
Memasuki trimester kedua, umumnya libido timbul kembali. Tubuh telah dapat menerima dan terbiasa dengan kondisi kehamilan, sehingga ibu dapat menikmati aktivitas dengan lebih leluasa ketimbang pada trimester pertama. Dan kehamilan juga belum terlalu besar dan memberatkan seperti pada trimester ketiga.
Mual-muntah dan segala rasa tidak enak biasanya sudah jauh berkurang, dan tubuh terasa lebih nyaman. Demikian pula untuk urusan ranjang. Ini akibat meningkatnya pengaliran darah ke organ-organ seksual dan payudara.

Minat menurun lagi: trimester ketiga
Libido dapat turun kembali ketika kehamilan memasuki trimester ketiga, rasa nyaman yang sudah jauh berkurang. Pegal di punggung dan pinggul, tubuh bertambah berat dengan cepat, nafas lebih sesak (karena besarnya janin mendesak dada dan lambung), dan kembali merasa mual hanyalah beberapa penyebab yang dapat 'disalahkan' atas minat seksual yang menurun.
Tapi jika anda termasuk yang tidak mengalami penurunan libido di trimester ketiga, jangan keburu merasa tidak waras. Normal saja kok. Apalagi jika anda termasuk yang menikmati masa kehamilan, dan termasuk beruntung karena tidak tersiksa oleh kaki membengkak, sakit kepala, atau keharusan beristirahat total.
Selain hal fisik, turunnya libido juga berkaitan dengan kecemasan dan kekhawatiran yang meningkat menjelang persalinan. Pertanyaan yang paling umum adalah apakah berhubungan seksual dapat membahayakan janin.
Secara medis tidak ada sesuatu yang perlu dirisaukan jika kehamilan tidak disertai faktor penyulit, artinya kondisinya sehat-sehat saja. Di antara faktor penyulit tersebut adalah ancaman keguguran, hipertensi, muntah-muntah yang berlebihan, atau kondisi kesehatan tertentu lainnya.
Kekhawatiran akan dampak seks terhadap kehamilan
  • Keguguran
    Banyak pasangan yang merasa khawatir bahwa seks selama kehamilan dapat menyebabkan keguguran. Tapi sesungguhnya masalah sebenarnya bukan pada aktivitas seksual itu sendiri. Keguguran (early miscarriage) biasanya berhubungan dengan ketidaknormalan kromosom atau masalah lain yang dialami janin yang sedang berkembang. Bukan pada apa yang anda lakukan atau tidak lakukan.
  • Menyakiti janin
    Kontak seksual tidak akan menjangkau atau mengganggu janin, yang terlindung oleh selaput dan cairan ketuban. Cairan ketuban adalah peredam kejut yang sangat baik, sehingga gerakan saat senggama maupun kontraksi rahim saat orgasme akan teredam dan tidak mengganggu janin.
Ejakulasi yang terjadi juga tidak akan membuat sperma menjangkau janin karena selaput ketuban yang melindungi. Penis pasangan anda juga tidak akan menyentuh bayi. Tapi jika kenyamanan adalah masalahnya, tentu ada baiknya anda bicarakan dengan pasangan mengenai posisi pilihan.
  • Orgasme memicu kelahiran prematur
    Orgasme dapat memicu kontraksi rahim. Namun kontraksi ini berbeda dengan kontraksi yang dirasakan menjelang saat melahirkan. Penelitian mengindikasikan bahwa jika anda menjalani kehamilan yang normal, orgasme -dengan atau tanpa hubungan intim (yang berarti para lelaki tidak perlu melakukan penetrasi penis, cukup 'lainnya')- tidak memicu kelahiran prematur.
  • Khawatir saja.
    Jika anda memiliki sindrom pra-menstruasi, besar kemungkinannya anda akan mengalami mood swing yang lebih parah saat hamil. Ini tidak saja berpengaruh terhadap hasrat seksual, tapi juga kekhawatiran yang cenderung berlebih pada dampaknya.
Perhatikan beberapa hal ini
  • Jika anda memilih seks oral, pastikan pasangan tidak meniupkan udara ke dalam vagina. Walaupun jarang, tapi masuknya udara ke dalam pembuluh darah (emboli) dapat berakibat fatal bagi anda dan janin. Jadi sebaiknya dihindari sebisa mungkin.
  • Hindari berbaring telentang selama berhubungan intim. Jika rahim (dan janin) menekan pembuluh darah utama di bagian belakang perut, anda dapat merasa pusing (lightheaded) atau mual. (tapi jika anda tidak bermasalah dengan posisi ini, lakukan saja)
  • Jika anda memang tidak ingin melakukan hubungan seksual, katakan apa adanya pada pasangan anda. Cemas, tak nyaman, tidak tertarik sama sekali (no desire), atau tidak memungkinkan (harus menghindari), adalah beberapa alasan yang umum.
Cinta tak hanya sekitar selangkangan, kok. Pelukan yang hangat, ciuman mesra, atau pijatan yang nikmat juga merupakan bentuk perhatian seksual. Dan pasangan anda adalah orang yang paling wajib untuk mengerti segala ketidaknyamanan yang sedang anda rasakan.
  • Paparan pada penyakit menular seksual (PMS) selama kehamilan meningkatkan risiko infeksi yang dapat mempengaruhi kesehatan kehamilan dan janin. Jika anda berganti pasangan seksual selama kehamilan, gunakan kondom saat berhubungan intim.
  • Berkaitan dengan penyakit menular seksual: Safe sex is no sex. Keamanan 100% adalah ketika tidak berhubungan seksual. Ini tidak berarti suami-istri sebaiknya tidak berhubungan intim. Namun jika anda termasuk yang sering berganti-ganti pasangan seksual, camkan hal tersebut baik-baik. Anda mungkin tidak akan pernah tahu hingga saatnya menyesal.
Pilihan posisi nyaman dan aman
Beberapa posisi yang nyaman untuk dicoba adalah:
  • Perempuan di atas. Posisi ini memungkinkan perempuan untuk memegang lebih banyak kendali atas gerakann. Anda dapat membuatnya lambat atau cepat, sambil mengontrol kedalaman penetrasi.
  • Posisi menyamping berhadapan dengan pasangan. Tarik satu kaki untuk memberi ruang pada pasangan untuk melakukan penetrasi.
  • Posisi menyamping namun tidak berhadapan. Pria dapat melakukan penetrasi dari belakang (tetap vaginal), yang tidak menyebabkan tekanan pada perut dan penetrasi yang tidak terlalu dalam. Posisi ini cukup nyaman dilakukan sepanjang masa kehamilan
  • Perempuan bersangga pada lutut dan tangan. Yes, doggie style. Posisi ini memungkinkan tidak terjadi tekanan langsung pada perut, meski jika kehamilan membesar, perut dapat menyentuh alas.
  • Perempuan duduk di pangkuan pasangan. Ketika hamil belum terlalu besar, posisi berhadapan dapat dilakukan. Tapi ketika perut semakin membesar, posisi tidak berhadapan dapat dipilih
Di luar pilihan posisi tersebut, anda bisa saja tetap memilih posisi perempuan di bawah, jika itu yang dirasa paling nyaman. Tentu laki-laki harus menyesuaikan, dengan tidak menimpakan berat badan seluruhnya melainkan bersangga dengan tangan atau lutut.
Ketika sebaiknya tidak berhubungan seks
  • Placenta previa
    Ini adalah keadaan ketika plasenta (sebagian atau seluruhnya) berada di bagian bawah rahim, menutupi mulut/jalan keluar janin. Plasenta sebagai pemasok makanan, normalnya terletak di atas rahim. Jika penetrasi menekan mulut rahim, dikhawatirkan akan terjadi perdarahan.
  • Kelahiran prematur
    Ibu hamil dapat diduga mengalami kelahiran prematur jika mulai mengalami kontraksi reguler sebelum usia kehamilan 37 minggu, yang menyebabkan mulut rahim mulai membuka. Orgasme dikhawatirkan akan memicu kontraksi.
Selain itu paparan terhadap hormon prostaglandin di dalam semen (cairan sperma) juga dapat memicu kontraksi, yang -walaupun tidak berbahaya bagi kehamilan normal- harus diwaspadai jika anda memiliki risiko melahirkan (janin) prematur. Jika tetap memilih berhubungan seks, keluarkan sperma di luar.
  • Perdarahan (flek/vaginal bleeding)
    Perdarahan dapat dikaitkan dengan tanda-tanda keguguran. Maka sebaiknya hubungan seksual dihindari. Kecuali jika dokter anda menyatakan bahwa flek yang anda alami adalah gejala normal yang kadang terjadi, tergantung usia kehamilan, kondisi janin, volume dan rupa flek, dan kondisi anda sendiri.
  • Mulut rahim (cervix) lemah
    Jika mulut rahim mulai membuka secara prematur, seks dapat meningkatkan risiko infeksi.
  • Janin kembar
    Jika anda mengandung janin kembar, dokter/bidan mungkin menganjurkan untuk menghindari berhubungan intim saat kehamilan memasuki trimester tiga, walaupun hingga saat ini belum ditemukan ada hubungannya antara seks dengan kelahiran kembar prematur.
Seberapa sering?
Tidak ada patokan yang ketat tentang batas seberapa sering hubungan seksual dapat dilakukan selama kehamilan. Sepanjang kondisi kehamilan anda baik-baik saja, berapakalipun tidak masalah.
Walaupun demikian, ada baiknya anda memperhitungkan dampaknya agar tidak terlalu letih. Anda tentu tidak ingin ‘dipaksa’ istirahat dan merasa tidak senang hanya karena terlalu menikmati kesenangan hingga lupa diri. Sungguh ironi, bukan?
Setelah melahirkan: kapan mulai berhubungan seks lagi?
Tubuh anda memerlukan waktu untuk pulih ke keadaan normal seperti sebelum hamil, entah anda melahirkan melalui vagina atau dengan operasi. Banyak dokter menyarankan untuk menunggu setidaknya 6 minggu sebelum mulai berhubungan intim. Periode ini memberi waktu bagi mulut rahim untuk kembali menutup dan jahitan atau perlukaan untuk sembuh.
Sekadar selingan. Ibu mertua saya pernah bercerita bahwa kenalannya mengaku mulai berhubungan seks kembali tidak lebih dari 30 hari setelah melahirkan. Luar biasa. Yang terpikir oleh saya hanya sakitnya. "Duh, apa ngga nyeri, ya? (sambil mengingat luka episiotomi dan bengkak yang terjadi saat melahirkan anak pertama)", saya membatin sambil meringis.
Apabila anda merasa terlalu sakit atau lelah (melahirkan dan mengurus bayi baru lahir sangat melelahkan, lho!), bahkan sekadar untuk memikirkan seks, pertahankan keintiman dengan cara lain. Telepon atau pesan singkat beberapa kali dalam sehari, berendam, bersantai di spa, atau luluran, adalah beberapa cara yang dapat dicoba.
Ketika anda merasa siap untuk kembali berhubungan intim, mulailah perlahan. Take it slow. Santai saja. Dan gunakan metode yang dapat diandalkan sebagai alat kontrasepsi. Menyusui secara eksklusif (dianjurkan selama 6 bulan) akan memberi anda perlindungan optimal.
Dengarkan tubuh anda
Semua anjuran atau peringatan ini belum tentu berlaku untuk semua orang. Setiap perempuan dan setiap kehamilan adalah unik. Dan antara kehamilan satu dengan lainnya juga mungkin tidak sama.
Yang paling penting; ‘dengarkan’ apa yang dikatakan tubuh anda. Walaupun 6 minggu telah terlewati, tapi jika tubuh anda merasa belum siap, jangan paksakan diri. Lagi-lagi pasangan anda adalah orang yang paling patut untuk mengerti dan berempati atas apa yang sedang anda alami.
Patut dibaca: Yang berlaku untuk satu perempuan mungkin tak dapat diterapkan oleh perempuan lainnya.
Nutrisi Bagi Wanita Hamil 
Gizi yang baik selama kehamilan akan membantu anda dan bayi anda untuk tetap sehat. Kebutuhan akan nutrisi tertentu seperti kalsium, zat besi dan asam folat meningkat pada masa kehamilan ini, namun hanya perlu sedikit tambahan energi (kilojoules). Wanita harus didorong untuk makan makanan yang bergizi dan mengontrol berat badan selama masa kehamilan. Pertambahan berat badan yang normal adalah sekitar 10-13 kg untuk wanita yang sebelum kehamilan memiliki berat badan ideal.  
Makanan Sehat untuk Wanita Hamil
Pemilihan makanan yang sangat bervariasi merupakan hal penting untuk memenuhi kebutuhan gizi baik untuk wanita hamil maupun bagi bayi yang sedang dikandung. Cobalah untuk mengkonsumsi:
·         Sayur-sayuran dan buah-buahan, roti dari gandum utuh, cereal dalam jumlah besar
·         Produk susu rendah lemak dan daging tanpa lemak dalam jumlah sedang
·         Makanan tinggi lemak, gula dan garam dalam jumlah kecil
·         Daging tanpa lemak, ayam dan ikan
·         Kacang yang dikeringkan, lentil
·         Kacang-kacangan dan biji-bijian
·         Susu rendah lemak, keju dan yogurt
·         Sayur-sayuran berdaun hijau
·         Suplemen asam folat 
Seperti halnya diet sehat, suplemen asam folat direkomendasikan untuk dikonsumsi sebelum konsepsi dan pada trimester pertama untuk membantu menurunkan resiko neural tube defectsspina bifida (cacat tabung saraf) seperti
Anemia dan Asupan Zat Besi
Masa kehamilan menyebabkan terjadinya peningkatan kebutuhan akan zat besi. Janin yang sedang berkembang mengambil sejumlah zat besi dari ibunya hingga 5-6 bulan setelah lahir sehingga kebutuhan akan zat besi meningkat selama kehamilan.  
Kehilangan zat besi selama kehamilan cenderung menurun karena wanita hamil tidak mengalami menstruasi sehingga bisa menyerap zat besi dari usus dengan lebih baik. Disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang menjadi sumber zat besi setiap harinya (contoh: daging merah), dan juga mengkonsumsi makanan yang menjadi sumber vitamin C (seperti jeruk) untuk membantu penyerapan zat besi. 
Rekomendasi Asupan Harian Zat Besi
Rekomendasi Asupan Harian atau Recommended Daily Intake (RDI) zat besi untuk wanita hamil adalah 22-36 mg (10-20 mg lebih tinggi daripada wanita yang tidak hamil). Jumlah kebutuhan tersebut tergantung pada jumlah zat besi yang tersimpan pada tubuh seorang wanita sebelum ia hamil. Jika jumlah ‘simpanan’ zat besi sangat sedikit, maka wanita tersebut membutuhkan asupan lebih yang berasal dari suplemen. Namun perlu diingat bahwa suplemen zat besi dapat menyebabkan konstipasi. 
Kalsium
RDI kalsium untuk wanita hamil adalah 1.100 mg (300 mg lebih tinggi daripada wanita yang tidak hamil). Selama trimester ketiga, terjadi perpindahan sejumlah kalsium kepada janin yang sedang memulai membentuk dan memperkuat tulang-tulangnya. Jika sang ibu tidak meningkatkan asupan kalsiumnya, kebutuhan kalsium bagi janin yang sedang dalam masa pembentukan tulang ini akan diambil dari tulang ibunya. 
Sebagian besar wanita mampu mengembalikan kondisi tulang dengan cepat setelah ia berhenti menyusui. Makanan harian selama anda hamil harus dipastikan mengandung kalsium yang cukup untuk melindungi tulang anda dan untuk memenuhi kebutuhan kalsium janin anda. 
Produk-produk susu seperti susu, keju dan yogurt, serta susu kedelai yang difortifikasi dengan kalsium merupakan sumber kalsium yang sangat baik. 
Folat dan Cacat Tabung Syaraf (Neural Tube Defects)
Semua wanita yang dapat hamil, sedang merencanakan kehamilan atau dalam masa-masa awal kehamilan, harus meningkatkan asupan folat hingga 0.4 – 0.5 mg per hari. 
Folat (juga dikenal sebagai asam folat) merupakan kelompok vitamin B yang dapat ditemukan dalam berbagai jenis makanan seperti yang tercantum pada daftar dibawah ini. Beberapa cereal untuk sarapan telah difortifikasi dengan folat dan akan tercantum pula pada daftar dibawah.  
Jika seorang wanita hamil tidak mengkonsumsi folat dalam jumlah yang cukup, bayi yang dikandungnya beresiko terkena cacat tabung syaraf (neural tube defects) seperti spina bifida. Folat yang dikonsumsi pada masa pra konsepsi dan beberapa minggu pertama masa kehamilan, dapat mencegah 7 dari 10 kasus cacat tabung syaraf.  
Sumber Istimewa Asam Folat:
  • Asparagus
  • Bran Flakes
  • Brokoli
  • Brussel sprouts
  • Kacang polong kecil
  • Kacang yang dikeringkan
  • Lentils
  • Bayam 
Sumber Asam Folat yang Sangat Baik:
  • Kol
  • Kembang kol
  • Bawang bombay
  • Jeruk
  • Jus jeruk
  • Daun peterseli
  • Kacang polong
  • Biji gandum
  • Roti dari gandum utuh 
Sumber Asam Folat yang Baik:
  • Hazelnuts
  • Vegemite
  • Lobak
  • Kentang
  • Ikan salmon
  • Stroberi
  • Tomat
  • Kacang tanah tawar
  • Kenari  
Meskipun hati mengandung asam folat yang tinggi, namun tidak direkomendasikan untuk wanita yang sedang hamil atau dapat hamil, karena kandungan vitamin A yang tinggi. Selain itu, terdapat resiko listeriosis dari hati yang masih mentah atau jika hati tidak dimasak dengan sempurna. Kedua hal ini beresiko pada janin yang sedang berkembang. 
Vitamin A
Meskipun kebutuhan vitamin A meningkat selama kehamilan, suplemen vitamin A jarang direkomendasikan untuk wanita hamil karena dapat menyebabkan cacat lahir. 
Cara terbaik untuk meningkatkan asupan vitamin A adalah melalui berbagai sumber makanan seperti susu, ikan, telur, dan margarine. Hati mengandung vitamin A yang terlalu tinggi dan hal ini berhubungan dengan cacat lahir, sehingga konsumsi hati selama kehamilan sebaiknya dihindari. 
Vitamin D
Vitamin D dibutuhkan untuk membantu penyerapan kalsium. Margarine, keju, ikan berlemak dan telur merupakan makanan yang mengandung vitamin D. 
Suplemen Vitamin
Suplemen multivitamin dan kalsium dapat direkomendasikan bagi wanita-wanita hamil yang: vegetarian, remaja yang mungkin kurang asupan makanan, memiliki kebiasaan merokok, obat-obatan, minum minuman beralkohol, dan wanita gemuk yang sedang mengontrol masukan kalori untuk mencegah kelebihan berat badan yang besar. 
Makan untuk Berdua
Anda tidak perlu makan berlebih selama hamil. Rekomendasi para ahli adalah asupan kalori pada trimester pertama, kira-kira sama dengan sebelum kehamilan. Pada trimester kedua, asupan kalori meningkat sekitar 10% dari trimester pertama, yakni sekitar 600kJ per hari. Tapi ingatlah bahwa kualitas nutrisi jauh lebih penting daripada kuantitas asupan makanan.  
Bahaya Diet
Beberapa wanita khawatir akan pertambahan berat badan selama kehamilan dan memutuskan untuk makan dengan jumlah sedikit untuk menghindari kegemukan. Membatasi makan atau berdiet dalam bentuk apapun dapat berdampak buruk pada kesehatan wanita hamil maupun pada bayi yang sedang dikandungnya. 
Kehamilan di Masa Remaja
Seseorang yang hamil di usia remaja membutuhkan lebih banyak zat gizi daripada seseorang yang hamil di usia dewasa, karena usia ini masih dalam tahap pertumbuhan. Kehamilan di usia remaja kemungkinan akan melahirkan bayi yang lebih kecil karena terjadi rebutan zat gizi antara sang ibu muda dengan janin yang dikandungnya.  
Anemia lebih sering terjadi pada remaja dibandingkan dengan wanita dewasa. Asupan kalsium juga penting diperhatikan karena massa tulang di usia remaja belum maksimal terbentuk dan kurangnya asupan kalsium dapat meningkatkan resiko osteoporosis di kemudian hari. 
Mual dan Muntah
Mual dan muntah, khususnya mual di pagi hari atau morning sickness merupakan hal yang umum terjadi selama kehamilan khususnya di trimester pertama. Untuk meringankannya, anda dapat mengkonsumsi makanan ringan yang mengandung sedikit karbohidrat (seperti sandwich atau buah-buahan) setiap dua atau tiga jam.  
Beberapa saran berikut ini mungkin dapat membantu:
§          Makan roti kering, biskuit atau cereal sebelum bangun tidur di pagi hari. Bangunlah secara perlahan-lahan, hindari gerakan yang dilakukan secara tiba-tiba.
§          Minumlah antara waktu makan, bukan diselingi saat makan, untuk menghindari perut kembung yang bisa membuat muntah.
§          Hindari makan dalam jumlah besar, makanan berminyak dan berbumbu tajam
§          Mencium sesuatu yang beraroma segar seperti jeruk
§          Bersantai,  beristirahat dan hiruplah udara segar sebanyak mungkin. Ventilasi kamar harus baik dan bebas dari bau.
§          Minum minuman bersoda ketika anda merasa mual secara perlahan-lahan
§          Cobalah makanan dan minuman yang mengandung jahe yang dapat mengurangi rasa mual. 
Heartburn (Rasa Panas Di Ulu Hati)
Hearburn umum terjadi selama kehamilan karena bayi yang sedang tumbuh menekan abdomen anda. Makan sedikit namun sering lebih baik daripada mengkonsumsi makanan dalam jumlah besar sekaligus. Cobalah untuk menghindari:
·         Makan larut malam
·         Membungkuk, mengangkat benda berat atau berbaring setelah makan
·         Mengkonsumsi teh, kopi atau alkohol secara berlebihan
·         Anda juga dapat mencoba tidur dengan bantal agak tinggi sehingga kepala sedikit terangkat.  
Alkohol
Sudah menjadi kesepakatan umum bahwa seorang wanita hamil seharusnya tidak mengkonsumsi alkohol secara berlebihan. Minum alkohol secara berlebihan dapat meningkatkan resiko keguguran, melahirkan bayi dengan Berat Badan Lahir rendah (BBLR), congenital deformities, dan berdampak buruk pada kecerdasan bayi. Sampai saat ini tidak diketahui batas aman untuk konsumsi alkohol bagi wanita hamil. 
The Australian Alcohol Guidelines merekomendasikan wanita hamil ataupun yang sedang merencanakan kehamilan seharusnya tidak ‘mabuk’, yang dapat diartikan tidak perlu mengkonsumsi alkohol, atau jika tetap ingin mengkonsumsinya, harus kurang dari tujuh gelas minum standar dalam satu minggu dan tidak lebih dari 2 gelas minum standar dalam seharinya.
Infeksi Listeria
Bakteri Listeria monocytogenes dapat mencemari beberapa jenis makanan. Orang yang dalam keadaan sehat mungkin tidak merasakan dampak dari infeksi ini. Namun resiko yang besar akan dihadapi oleh wanita hamil. Bahaya terbesar akan dihadapi oleh bayi yang sedang dikandung, yakni dengan meningkatnya resiko keguguran, meninggal waktu lahir ataupun kelahiran prematur. Meskipun infeksi Listeria mudah diatasi dengan antibiotik, akan tetapi mencegah tetap menjadi jalan yang lebih baik. Beberapa jenis makanan cenderung lebih mudah terkontaminasi oleh bakteri ini. Oleh karena itu, hindari jenis makanan ini jika anda sedang hamil.
Sebagai contoh adalah makanan yang belum dimasak, atau makanan beku yang tidak dihangatkan kembali, pate (pasta yang terbuat dari hati sapi), quiches (puding kering), delicatessen meats (daging olahan) seperti babi dan salami.
Makanan yang tidak dipasteurisasi
Soft serve ice cream
Keju lembut, seperti Brie dan Camembert
Organisme penyebab listeria akan musnah bila kena panas. Jadi makanan yang dimasak dengan baik tidak beresiko terpapar bakteri ini. 
Salmonella
Salmonella merupakan penyebab keracunan yang dapat mencetuskan terjadinya keguguran. Sumber Salmonella yakni telur mentah dan daging unggas yang belum dimasak. Menjaga higienitas makanan merupakan cara terbaik untuk mengurangi resiko infeksi Salmonella dan Listeria. Berikut ini adalah saran-saran yang dapat anda lakukan:
§          Selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah menyiapkan makanan
§          Menjaga permukaan dapur agar tetap bersih
§          Jangan biarkan makanan yang masih mentah mengkontaminasi makanan yang telah dimasak
§          Cucilah buah, sayuran dan salad sebelum dimakan
§          Masak makanan hingga matang
§          Jauhi hewan peliharaan dari dapur
§          Gunakan sarung tangan ketika anda membersihkan kotoran kucing atau ketika anda sedang berkebun
§          Simpan makanan pada suhu yang sesuai
Merkuri pada Ikan
The Australian Alcohol Guidelines menyarankan untuk mengkonsumsi satu atau dua porsi ikan setiap minggunya. Seorang wanita hamil dapat mengkonsumsi satu atau dua porsi ikan setiap minggunya, tapi mereka harus hati-hati dalam memilih ikan yang akan dikonsumsi.
Ada beberapa jenis ikan yang perlu dibatasi konsumsinya karena ikan-ikan jenis ini mengandung merkuri dalam jumlah cukup tinggi, yang berbahaya bagi perkembangan janin.
Wanita hamil seharusnya:
§          Menghindari konsumsi ikan dengan kadar merkuri yang tinggi, seperti: billfish (swordfish, broadbill dan marlin), ikan hiu, gemfish, southern blue fin tuna dan sejenis ikan sirip biru (catfish).
§          Batasi mengkonsumsi ikan tuna, yakni satu porsi dalam satu minggu atau 140gr tuna kaleng dalam satu minggu (ikan tuna yang lebih kecil mengandung lebih sedikit merkuri).
§          Tidak ada batasan khusus untuk mengkonsumsi ikan salmon, termasuk ikan salmon kaleng.
Tidak perlu merasa cemas jika anda terlanjur mengkonsumsi ikan yang memiliki kadar merkuri cukup tinggi. Ini hanya akan menjadi masalah yang potensial jika anda mengkonsumsi ikan jenis ini secara rutin, karena dapat menyebabkan meluasnya merkuri dalam darah seorang wanita hamil.
Dimana Anda Dapat Memperoleh Bantuan
  • Dokter
  • Bidan
  • Dokter kandungan
  • Ahli gizi 

Seiring pertambahan usia kandungan, maka kebutuhan gizi ibu hamil akan meningkat, terutama setelah memasuki kehamilan trimester kedua. Sebab pada saat itu, pertumbuhan janin berlangsung pesat - terutama perkembangan otak dan susunan syaraf -- dan membutuhkan asupan gizi yang optimal.
Nutrisi yang diperlukan adalah:
  1. Karbohidrat dan lemak sebagai sumber zat tenaga untuk menghasilkan kalori dapat diperoleh dari serealia, umbi-umbian.
  2. Protein sebagai sumber zat pembangun dapat diperoleh dari daging, ikan, telur dan kacang-kacangan.
  3. Mineral sebagai zat pengatur dapat diperoleh dari buah-buahan dan sayur - sayuran.
  4. Vitamin B kompleks berguna untuk menjaga sistem saraf, otot dan jantung agar berfungsi secara normal. Dapat dijumpai pada serealia, biji - bijian, kacang- kacangan, sayuran hijau, ragi, telur dan produk susu.
  5. Vitamin D berguna untuk pertumbuhan dan pembentukan tulang bayi Anda. Sumbernya terdapat pada minyak hati ikan, kuning telur dan susu.
  6. Vitamin E berguna bagi pembentukan sel darah merah yang sehat. Makanlah lembaga biji-bijian terutama gandum, kacang-kacangan, minyak sayur dan sayuran hijau.
  7. Asam folat berguna untuk perkembangan sistem saraf dan sel darah, banyak terdapat pada sayuran berwarna hijau gelap seperti bayam, kembang kol dan brokoli. Pada buah-buahan, asam folat terdapat dalam jeruk, pisang, wortel dan tomat. Kebutuhan asam folat selama hamil adalah 800 mcg per hari, terutama pada 12 minggu pertama kehamilan. Kekurangan asam folat dapat mengganggu pembentukan otak, sampai cacat bawaan pada susunan saraf pusat maupun otak janin.
  8. Zat besi yang dibutuhkan ibu hamil agar terhindar dari anemia, banyak terdapat pada sayuran hijau (seperti bayam, kangkung, daun singkong, daun pepaya), daging dan hati.
  9. Kalsium, diperlukan untuk pertumbuhan tulang dan gigi     janin, serta melindungi ibu hamil dari osteoporosis Jika     kebutuhan kalsium ibu hamil tidak tercukupi, maka     kekurangan kalsium akan diambil dari tulang ibu.     Sumber kalsium yang lain adalah sayuran hijau dan     kacang-kacangan. Saat ini kalsium paling baik     diperoleh dari susu serta produk olahannya. Susu juga     mengandung banyak vitamin, seperti vitamin A, D, B2,     B3, dan vitamin C.

Hal-hal yang Patut Diingat
·         Seorang wanita hamil harus meningkatkan kualitas asupan gizi daripada kuantitasnya.
·         Kehamilan menyebabkan terjadinya peningkatan kebutuhan akan zat-zat gizi tertentu seperti zat besi, kalsium dan asam folat.
·          Higienis makanan sangat penting diperhatikan selama kehamilan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar