Mengubah kebiasaan mengonsumsi minuman soda atau minuman manis lainnya dengan air putih ternyata mampu menurunkan 1,8 hingga 2,2 kg berat badan dalam waktu enam bulan.
Temuan yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition ini menambah deretan panjang manfaat air putih. Penelitian sebelumnya juga telah menunjukkan bahwa air putih membantu menurunkan risiko kanker kandung kemih.
Penelitian dilakukan terhadap 318 orang obesitas dan dibagi menjadi tiga grup. Grup pertama mengganti minuman berkalori dengan air putih, grup kedua mengonsumsi soft drink dan grup ketiga menjadi grup pengontrol.
Enam bulan kemudian, ketiga anggota kelompok tersebut mengalami sedikit penurunan berat badan dan ukuran pinggang. Namun, kelompok yang berubah mengonsumsi air putih cenderung dua kali lebih mungkin untuk kehilangan lima persen atau lebih dari berat badan mereka dibandingkan dengan mereka yang tidak mengubah kebiasaan mengonsumsi soft drink.
"Mengubah minuman nonkalori merupakan cara yang mudah dan sederhana untuk menurunkan berat badan atau menjaga agar berat badan tidak naik," ungkap Deborah Tate, profesor nutrisi dan perilaku sehat di Gilling School of Global Public Health di University of North Carolina, seperti dilansir melalui Dailymail, Senin (20/2).
Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa orang yang selalu mengkonsumsi air putih mempunyai kadar glukosa rendah saat berpuasa dan kadar hidrasi yang lebih baik dibandingkan grup pengontrol.
Tate menambahkan presentase penurunan berat badan dan rendahnya kadar gula penting karena keduanya diasosiasikan dengan peningkatan faktor risiko obesitas yang berhubungan dengan penyakit kronis.
"Jika dilakukan dalam skala besar, hal ini bisa menurunkan masalah kesehatan publik terkait obesitas secara signifikan," tambahnya.
Selasa, 21 Februari 2012
EFEK DARI KACAMATA HITAM MURAHAN
Hati-hati membeli kacamata hitam penghalau sinar matahari yang harganya murah.
Sebuah riset yang dilakukan lembaga perlindungan konsumen di Inggris menemukan pemakaian kacamata hitam yang harganya murah ternyata dapat menyebabkan beragam masalah mata seperti astigmatisme dan sakit kepala.
Ini karena kebanyakan kacamata hitam murah tersebut tidak menaati standar tes laboratorium untuk sebuah kacamata penghalau sinar matahari. Beberapa kacamata yang dites ternyata memiliki efek cahaya lentur dan dapat menyebabkan penglihatan ganda atau sakit kepala pada beberapa orang pemakai.
"Meskipun masalah ini tidak akan menyebabkan kerusakan pengelihatan jangka panjang, namun akan tetap menimbulkan rasa tak nyaman, karena kacamata-kacamata tersebut tidak memenuhi standar untuk dipakai" jelas Joanna Pearl ahli kesehatan Inggris.
Pearl menyarankan bagi orang yang ingin membeli kacamata hitam penghalau sinar matahari sebaiknya mereka teliti melihat pemenuhan standar pada lembaga kesehatan masing-masing daerah. Agar terhindar dari masalah pengelihatan yang mengancam mata.
"Seperti bila di Inggris Anda harus memeriksa tanda CE, yang wajib pada produk disetujui untuk dijual di Uni Eropa, dengan kode 1836:2005 dari British Standard" tutup Pearl.
Sebuah riset yang dilakukan lembaga perlindungan konsumen di Inggris menemukan pemakaian kacamata hitam yang harganya murah ternyata dapat menyebabkan beragam masalah mata seperti astigmatisme dan sakit kepala.
Ini karena kebanyakan kacamata hitam murah tersebut tidak menaati standar tes laboratorium untuk sebuah kacamata penghalau sinar matahari. Beberapa kacamata yang dites ternyata memiliki efek cahaya lentur dan dapat menyebabkan penglihatan ganda atau sakit kepala pada beberapa orang pemakai.
"Meskipun masalah ini tidak akan menyebabkan kerusakan pengelihatan jangka panjang, namun akan tetap menimbulkan rasa tak nyaman, karena kacamata-kacamata tersebut tidak memenuhi standar untuk dipakai" jelas Joanna Pearl ahli kesehatan Inggris.
Pearl menyarankan bagi orang yang ingin membeli kacamata hitam penghalau sinar matahari sebaiknya mereka teliti melihat pemenuhan standar pada lembaga kesehatan masing-masing daerah. Agar terhindar dari masalah pengelihatan yang mengancam mata.
"Seperti bila di Inggris Anda harus memeriksa tanda CE, yang wajib pada produk disetujui untuk dijual di Uni Eropa, dengan kode 1836:2005 dari British Standard" tutup Pearl.
Sabtu, 18 Februari 2012
BARTOLINITIS
A. PENGERTIAN
Bartolinitis adalah Infeksi pada kelenjar bartolin atau bartolinitis juga dapat menimbulkan pembengkakan pada alat kelamin luar wanita. Biasanya, pembengkakan disertai dengan rasa nyeri hebat bahkan sampai tak bisa berjalan. Juga dapat disertai demam, seiring pembengkakan pada kelamin yang memerah.
B. ETIOLOGI
Bartolinitis disebabkan oleh infeksi kuman pada kelenjar bartolin yang terletak di bagian dalam vagina agak keluar. Mulai dari chlamydia, gonorrhea, dan sebagainya. Infeksi ini kemudian menyumbat mulut kelenjar tempat diproduksinya cairan pelumas vagina.
C. ETIOLOGI INFEKSI
a. Infeksi alat kelamin wanita bagian bawah biasanya disebabkan oleh :
Virus : kondiloma akuminata dan herpes simpleks.
Jamur : kandida albikan.
Protozoa : amobiasis dan trikomoniasis.
Bakteri : neiseria gonore.
b. Infeksi alat kelamin wanita bagian atas :
Virus : klamidia trakomatis dan parotitis epidemika.
Jamur : asinomises.
Bakteri : neiseria gonore, stafilokokus dan E.coli
D. TANDA dan GEJALA
Tanda dan gejala
o Pada vulva : perubahan warna kulit,membengkak, timbunan nanah dalam kelenjar, nyeri tekan.
o Kelenjar bartolin membengkak,terasa nyeri sekali bila penderia berjalan atau duduk,juga dapat disertai demam
o Kebanyakkan wanita dengan penderita ini datang ke PUSKESMAS dengan keluhan keputihan dan gatal, rasa sakit saat berhubungan dengan suami, rasa sakit saat buang air kecil, atau ada benjolan di sekitar alat kelamin.
o Terdapat abses pada daerah kelamin
o Pada pemeriksaan fisik ditemukan cairan mukoid berbau dan bercampur dengan darah.
E. PENGOBATAN
Pengobatan yang cukup efektif saat ini adalah dengan: antibiotika golongan cefadroxyl 500 mg, diminum 3×1 sesudah makan, selama sedikitnya 5-7 hari, dan asam mefenamat 500 mg (misalnya: ponstelax, molasic, dll), diminum 3×1 untuk meredakan rasa nyeri dan pembengkakan, hingga kelenjar tersebut mengempis.
Bartolinitis adalah Infeksi pada kelenjar bartolin atau bartolinitis juga dapat menimbulkan pembengkakan pada alat kelamin luar wanita. Biasanya, pembengkakan disertai dengan rasa nyeri hebat bahkan sampai tak bisa berjalan. Juga dapat disertai demam, seiring pembengkakan pada kelamin yang memerah.
B. ETIOLOGI
Bartolinitis disebabkan oleh infeksi kuman pada kelenjar bartolin yang terletak di bagian dalam vagina agak keluar. Mulai dari chlamydia, gonorrhea, dan sebagainya. Infeksi ini kemudian menyumbat mulut kelenjar tempat diproduksinya cairan pelumas vagina.
C. ETIOLOGI INFEKSI
a. Infeksi alat kelamin wanita bagian bawah biasanya disebabkan oleh :
Virus : kondiloma akuminata dan herpes simpleks.
Jamur : kandida albikan.
Protozoa : amobiasis dan trikomoniasis.
Bakteri : neiseria gonore.
b. Infeksi alat kelamin wanita bagian atas :
Virus : klamidia trakomatis dan parotitis epidemika.
Jamur : asinomises.
Bakteri : neiseria gonore, stafilokokus dan E.coli
D. TANDA dan GEJALA
Tanda dan gejala
o Pada vulva : perubahan warna kulit,membengkak, timbunan nanah dalam kelenjar, nyeri tekan.
o Kelenjar bartolin membengkak,terasa nyeri sekali bila penderia berjalan atau duduk,juga dapat disertai demam
o Kebanyakkan wanita dengan penderita ini datang ke PUSKESMAS dengan keluhan keputihan dan gatal, rasa sakit saat berhubungan dengan suami, rasa sakit saat buang air kecil, atau ada benjolan di sekitar alat kelamin.
o Terdapat abses pada daerah kelamin
o Pada pemeriksaan fisik ditemukan cairan mukoid berbau dan bercampur dengan darah.
E. PENGOBATAN
Pengobatan yang cukup efektif saat ini adalah dengan: antibiotika golongan cefadroxyl 500 mg, diminum 3×1 sesudah makan, selama sedikitnya 5-7 hari, dan asam mefenamat 500 mg (misalnya: ponstelax, molasic, dll), diminum 3×1 untuk meredakan rasa nyeri dan pembengkakan, hingga kelenjar tersebut mengempis.
BARTOLINITIS
A. PENGERTIAN
Bartolinitis adalah Infeksi pada kelenjar bartolin atau bartolinitis juga dapat menimbulkan pembengkakan pada alat kelamin luar wanita. Biasanya, pembengkakan disertai dengan rasa nyeri hebat bahkan sampai tak bisa berjalan. Juga dapat disertai demam, seiring pembengkakan pada kelamin yang memerah.
B. ETIOLOGI
Bartolinitis disebabkan oleh infeksi kuman pada kelenjar bartolin yang terletak di bagian dalam vagina agak keluar. Mulai dari chlamydia, gonorrhea, dan sebagainya. Infeksi ini kemudian menyumbat mulut kelenjar tempat diproduksinya cairan pelumas vagina.
C. ETIOLOGI INFEKSI
a. Infeksi alat kelamin wanita bagian bawah biasanya disebabkan oleh :
Virus : kondiloma akuminata dan herpes simpleks.
Jamur : kandida albikan.
Protozoa : amobiasis dan trikomoniasis.
Bakteri : neiseria gonore.
b. Infeksi alat kelamin wanita bagian atas :
Virus : klamidia trakomatis dan parotitis epidemika.
Jamur : asinomises.
Bakteri : neiseria gonore, stafilokokus dan E.coli
D. TANDA dan GEJALA
Tanda dan gejala
o Pada vulva : perubahan warna kulit,membengkak, timbunan nanah dalam kelenjar, nyeri tekan.
o Kelenjar bartolin membengkak,terasa nyeri sekali bila penderia berjalan atau duduk,juga dapat disertai demam
o Kebanyakkan wanita dengan penderita ini datang ke PUSKESMAS dengan keluhan keputihan dan gatal, rasa sakit saat berhubungan dengan suami, rasa sakit saat buang air kecil, atau ada benjolan di sekitar alat kelamin.
o Terdapat abses pada daerah kelamin
o Pada pemeriksaan fisik ditemukan cairan mukoid berbau dan bercampur dengan darah.
E. PENGOBATAN
Pengobatan yang cukup efektif saat ini adalah dengan: antibiotika golongan cefadroxyl 500 mg, diminum 3×1 sesudah makan, selama sedikitnya 5-7 hari, dan asam mefenamat 500 mg (misalnya: ponstelax, molasic, dll), diminum 3×1 untuk meredakan rasa nyeri dan pembengkakan, hingga kelenjar tersebut mengempis.
Bartolinitis adalah Infeksi pada kelenjar bartolin atau bartolinitis juga dapat menimbulkan pembengkakan pada alat kelamin luar wanita. Biasanya, pembengkakan disertai dengan rasa nyeri hebat bahkan sampai tak bisa berjalan. Juga dapat disertai demam, seiring pembengkakan pada kelamin yang memerah.
B. ETIOLOGI
Bartolinitis disebabkan oleh infeksi kuman pada kelenjar bartolin yang terletak di bagian dalam vagina agak keluar. Mulai dari chlamydia, gonorrhea, dan sebagainya. Infeksi ini kemudian menyumbat mulut kelenjar tempat diproduksinya cairan pelumas vagina.
C. ETIOLOGI INFEKSI
a. Infeksi alat kelamin wanita bagian bawah biasanya disebabkan oleh :
Virus : kondiloma akuminata dan herpes simpleks.
Jamur : kandida albikan.
Protozoa : amobiasis dan trikomoniasis.
Bakteri : neiseria gonore.
b. Infeksi alat kelamin wanita bagian atas :
Virus : klamidia trakomatis dan parotitis epidemika.
Jamur : asinomises.
Bakteri : neiseria gonore, stafilokokus dan E.coli
D. TANDA dan GEJALA
Tanda dan gejala
o Pada vulva : perubahan warna kulit,membengkak, timbunan nanah dalam kelenjar, nyeri tekan.
o Kelenjar bartolin membengkak,terasa nyeri sekali bila penderia berjalan atau duduk,juga dapat disertai demam
o Kebanyakkan wanita dengan penderita ini datang ke PUSKESMAS dengan keluhan keputihan dan gatal, rasa sakit saat berhubungan dengan suami, rasa sakit saat buang air kecil, atau ada benjolan di sekitar alat kelamin.
o Terdapat abses pada daerah kelamin
o Pada pemeriksaan fisik ditemukan cairan mukoid berbau dan bercampur dengan darah.
E. PENGOBATAN
Pengobatan yang cukup efektif saat ini adalah dengan: antibiotika golongan cefadroxyl 500 mg, diminum 3×1 sesudah makan, selama sedikitnya 5-7 hari, dan asam mefenamat 500 mg (misalnya: ponstelax, molasic, dll), diminum 3×1 untuk meredakan rasa nyeri dan pembengkakan, hingga kelenjar tersebut mengempis.
Sabtu, 11 Februari 2012
BAHAYA PADA KEHAMILAN MUDA
•PERDARAHAN PADA KEHAMILAN MUDA
Definisi
Perdarahan pada kehamilan muda adalah perdarahan pada kehamilan kurang dari 22 minggu.
Tanda/Gejala
1.Pada wanita dengan anemia,penyakit radang panggul(pelvic inflammatory disease,PID),gejala abortus atau keluhan nyeri perut yang tidak biasa,kemungkinan terjadi kehamilan ektopik.
2.Pada wanita usia reproduktif yang mengalami terlambat haid dan mempunyai satu atau lebih tanda seperti:perdarahan,kaku perut,pengeluaran sebagaian hasil konsepsi,dilatasi serviks atau uterus yang lebih kecil dari biasanya,kemungkinan terjadi abortus.
Diagnosa
1.Pikirkan kemungkinan abortus pada wanita usia reproduktif yang terlambat haid dan mempunyai satu atau lebih tanda:perdarahan,kaku perut,pengeluaran sebagai hasil konsepsi,serviks berdilatasi atau uterus lebih kecil dari usia kehamilan.
2.Pikirkan kemungkuninan kehamilan ektopik pada wanita dengan anenia,penyakit radang panggul,gejala abortus atau keluhan nyeri yang tidak biasa.
Intervensi
1.Lakukan penilaian secara cepat mengenai keadaan umum pasien,termasuk tanda-tandavital
2.Periksa tanda-tanda syok(pucat,berkeringat,pingsan,tekanan sistolik kurang dari 90 mm Hg,nadi lebih dari 112 kali permenit).
3.Jika dicurigai syok,lakukan penanganan
4.Jika pasien dalam keadaan syok,pikirkan kemungkinan kehamilan ektopik terganggu.
5.Pasang infus dengan jarum infus besar,berikan larutan garam fisiologis atau Ringer laktat dengan tetesan cepat(500 ml dalam 2 jam pertama)
ABORTUS
Definisi
Berakhirnya suatu kehamilan pada atau sebelum kehamilan tersebut berusia 20 minggu atau buah kehamilan belum mampu untuk hidup diluar kandungan.
ETIOLOGI
Pada kehamilan muda,abortus tidak jarang didahului oleh kematian mudigah. Sebaiknya,pada kehamilan lanjut,biasanya janin dikeluarkan dalam keadaan masih hidup. Kelainan pertumbuhan hasil konsepsi juga dapat menyebabkan kematian janin atau cacat. Kelainan berat dapat menyebabkan kematian mudigah pada hamil muda.
Faktor-faktor yang menyebabkan kelainan dalam pertumbuhan:
1.Kelainan kromosom
2.Lingkungan kurang sempurna
3.Pengaruh dari luar
4.Kelainan pada plasenta
5.Penyakit ibu
6.Kelainan truktus genitalis
7.Antagonis rhesus(Rh)
8.Terlalu cepatnya korpus lueteum menjadi atrofi atau faktor serviks,yaitu inkompetensia serviks,servisitis’
9.Perangsangan pada ibu yang menyebabkan uterus berkontraksi,misalnya ibu sangat terkejut,obat-obatan uterotonika,ketakutan,laporotomi, dan lain-lain atau dapat juga karena trauma langsung terhadap fetus;selaput janin rusak langsung karena instrumen,benda dan obat-obatan.
10.Penyakit bapak (umur lanjut),penyakit kronis(TBC,anemia,dekompensasi kordis,malnutrisi,nefritis,sifilis,keracunan,radiasi sinar ronsen,avitaminosis)
PEMERIKSAAN FISIK
1.Tanda vital (identifikasi tanda-tanda fisik)
2.Pada pemeriksaan ginekologik/obstertrik
3.Perhatikan adanya darah,jaringan,bau,rasa,nyeri,massa
•KEHAMILAN EKTOPIK TERGANGGU
Kehamilan terjadi karena adanya pertemuan antara sel ovum dan sel sperma yang disebut dengan konsepsi. Hasil konsepsi kemudian akan berimplantasi dalam kavum uterus dan normalnya terjadi pada dinding depan atau belakang fundus uteri. Jika hasil konsepsi berimplantasi di tempat yang tidak normal,akan mengganggu pertumbuhan janin.
Definisi
Kehamilan ektopik adalah kehamilan dengan implantasi terjadi di luar rongga uterus(panduaan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal,2001)
Frekuensi
Frekuensi kehamilan ektopik yang berulang adalah 1-14,6%
Etiologi
Penyebab kehamilan ektopik dapat diketahui dan dapat juga tidak,atau bahkan belum diketahui. Beberapa faktor penyebab kehamilan ektopik,meliputi faktor uterus,tuba,dan ovum.
1.Faktor uterus
2.Faktor tuba
3.Faktor ovum
Kehamilan Tuba
Dinding tuba merupakan lapisan luar dari kapsularis yang merupakan lapisan dari hasil konsepsi. Karena tuba tidak dan bukan merupakan tempat normal bagi kehamilan,sebagian besar kehamilan tuba akan terganggu pada umur 6-10 minggu kehamilan. Selain itu, hasil konsepsi dapat berakhir hal-hal seperti:
1.Mati dan kemudian ditesorpsi
2.Terjadi abortus tuba
3.Terjadi ruptur tuba
Kehamilan intramularis(interstitial)
Karena agak tebal,dinding interstitial tuba dapat menahan kehamilan. Sampai 4 bulan atau lebih,kadang kala sampai aterm. Jika pecah dapat menyebabkan perdarahan yang banyak dan keluarnya janin dari rongga perut.
Kehamilan Ismus
Dinding tuba disini lebih tipis, biasanya pada kehamilan 2-3 bulan sudah pecah.
Kehamilan Ampula dan Fimbria
Dapat terjadi ruptur pada kehamilan 1-2 bulan dan nasib hasil konsepsi sama dengan da atas.
Perubahan pada Uterus
Hormon-hormon kehamilan akan memberikan reaksi pada uterus,seperti pada kehamilan biasa. Oleh karena itu, akan tetap ditemui uterus yang bertambah besar dari biasa serta melunak,suplai darah yang bertanbah dan terbebtuknya desidua.
Jika hasil konsepsi dalam tuba mati ,desidua mengalami degenerasi.terkelupas dan berdarah kemudian keluar per vaginam yang disebut decidual cast. Jika gejala lain tidak ada,sering kali wanita disangka keguguran,bahkan dilakukan kuretase.
•MOLA HIDATIDOSA
Kehamilan mola adalah suatu kehamilan yang ditandai dengan hasil konsepsi yang tidak berkembang menjadi embrio setelah fertilisasi,namun terjadi proliferasi dari vili korialis disertai dengan degenerasi hidropik. Uterus melunak dan berkembang lebih cepat dari usia gestasi Normal,tidak dijumpai adanya janin, dan kavum uteri hanya terisi oleh jaringan seperti rangkaian buah anggur.
Jonjot-jonjot korion yang tumbuh berganda berupa gelembung-gelembung kecil yang mengandung banyak cairan sehingga menyerupai buah anggur atau mata ikan sehingga sering disebut hamil anggur atau mata ikan. Kelaian ini merupakan neoplasma trofoblas yang jinak.
Etiologi
Penyebab pasti mola hidatisoda tidak diketahui. Faktor – faktor penyebab kehamilan ini, meliputi:
1.Ovum: ovtm sudah patologis sehingga mati, namun terlambat dikeluarkan
2.Imunoselektif dari trofoblas
3.Keadaan sosio-ekonomiyang rendah
4.Paritas tinggi
5.Kekurangan protein
6.Infeksi virus dan faktor kromosom yang belum jelas.
Patologi
Jonjot – jonjot korion yang tumbuh berganda dan mengandung cairan merupakan kista – kista kecil seperti anggur. Biasanya di dalamnya tidak berisi embrio. Secara histopatologik, kadang – kadang ditemukan jaringan mola pada plasenta dengan bayi normal. Selain itu, dapat terjadi kehamilan ganda mola, yaitu satu janin tumbuh dan lainnya menjadi molahidatisoda. Gelembung mola besarnya bervariasi, mulai dari yang kecil sampai berdiameter lebih dari 1 cm. Mola parsialis diketahui jika dijumpai janin dan gelembung – gelembung mola.
Secara mikroskoik, terlihat trias yang mencakup:
1.Poliferasi dari trofoblas
2.Degenerasi hidropik dari stroma vili dan kesembapan
3.Terlambat atau hilangnya pembuluh darah dan stroma.
Sel - sel langans tampak seperti sel prolidral dengan inti terang dan adanya sel sinsisial giantik. Pada kasus mola, banyak kita jumpai ovarium dengan kista lutein ganda berdiameter 10 cm atau lebih. Kista lutein akan berangsur – angsur mengecil, kemudian hilang setelah mola hidatidosa sembuh.
Diagnosis dan Gejala
1.Anamnesis/keluhan
•Terdapat gejala – gejala hamil muda yang kadang – kadang lebih nyata dari kehamilan biasa.
•Kadangkala terdapat tanda toksemia gravidarum.
•Terdapat perdarahan sedikit atau banyak, tidak teratur, warna tengguli tua atau kecoklatan seperti bumbu rujak.
•Pembesaran uterus tidak sesuai dengan umur kehamilan (lebih besar) dengan tua kehamilan seharusnya.
•Keluar jaringan mola seperti buah anggur atau mata ikan (tidak selalu ada), yang merupakan diagnosis pasti.
2.Inspeksi
•Muka dan kadang – kadang badan kelihatan pucat kekuningan, yang disebut muka mola (mola face).
•Jika gelembung mola yang sudah keluar dapat dilihat jelas.
3.Palpasi
•Uterus membesar tidak sesuai dengan tuanya kehamian, terasa lembek.
•Tidak teraba bagian – bagian janin dan balotemen, juga gerakan janin.
•Adanya fenomena harmonica, yaitu darah dan gelembung mola keluar dan fundus uteri turun, lalu naik lagi karena terkumpulnya darah baru.
4.Auskultasi
•Tidak terdengar denyut jantung bayi.
•Terdengar bising dan bunyi khas.
5.Reaksi kehamilan: karena kadar HCG tinggi maka uji biologik dan uji imonologik akan positif setelah pengenceran.
6.Pemeriksaan dalam
•Pastikan besarnya rahim, rahim terasa lembek, tidak ada bagian – bagian janin, terdapat perdarahan dan jaringan dalam kanalis servikalis dan vagina sertabevaluasi keadaan serviks.
•Uji sonde: sonde dimasukkan pelan – pelan dan hati – hati ke dalam kanalis servikalis dan kavum uteri. Jika tidak ada tahanan, sonde diputar serta ditarik sedikit.
•NYERI PERUT PADA KEHAMILAN
Definisi Nyeri perut
1.Nyeri perut merupakan nyeri pada daeah perut
2.Nyeri memiliki dampak yang signifikan dalam kualitas hidup wanita, mengakibatkan letih, tegang atau depresi
3.Nyeri perut sering menjadi masalah wanita
4.Nyeri perut pada kehamilan kurang dari 22 minggu mungkin merupakan gejala utama kehamilan ektopik atau abortus
Penyebab nyeri perut
1.Kehamilan ektopik
2.Apendisitis
3.Torsi ovarium
4.Sistitis
5.Peritinitis
•PREEKLAMSIA
Definisi
Preeklamsia dan eklamsia merupakan kumpulan gejala yang timbul pada ibu hamil, bersalin, dan selama masa nifas, yang terdiri atas trias gejala, yaitu hipertensi, proteinuria, dan edema, kadang – kadang disertai konvulsi sampai koma. Ibu tersebut tidak menunjukkan tanda – tanda kelainan vaskular atau hipertensi sebelumnya.
Etiologi
Etiologi penyakit ini belum diketahui secara pasti. Teori yang terkenal sebagai penyebab preeklamsia adalah teori iskemia plasenta. Akan tetapi, teori ini belum dapat menerangkan semua hal yang berkaitan dengan preeklamsia. Teori yang diterima adalah yang dapat menerangkan hal – hal berikut:
1.Mengapa frekuensi menjadi tinggi pad primigravida, kehamilan ganda, hidramnion, dan mola hidatidosa.
2.Mengapa frekuensi bertambah seiring dengan tuanya kehamilan, umumnya pada tiwulan III.
3.Mengapa terjadi perbaikan keadaan penyakit, jika terjadi kematian janin dalam kandungan.
4.Mengapa frekuensi lebih rendah pada kehamilan berikutnya.
5.Penyebab timbulnya hipertensi, proteinuria,edema, dan konvulsi sampai koma.
Dengan demikian, jelaslah bahwa bukan hanya satu faktor, melainkan banyak faktor yang menyebabkan preeklamsia da eklamsia.
Faktor – faktor yang mempengaruhi terjadinya preeklamsia dan eklamsia adalah:
1.Jumlah primigravida, terutama terutama primigravida muda.
2.Distensi rahim yang berlebihan, seperti hidramnion, hamil ganda, mola hidatidosa.
3.Penyakit yang menyertai kehamilan, seperti diabetes melitus (DM), kegemukan.
4.Jumlah umur ibu diatas 35 tahun.
5.Preeklamsia berkisar antara 3% - 5% dari kehamilan yang dirawat.
Patofisiologi
1.Pada preeklamsia, terjadi spasme pembuluh darah disertai dengan retensi garam dan air.
2.Pada biopsi ginjal, ditemukan spasme hebat arteriola glomerulus.
3.Pada beberapa kasus, lumen arteriola sedemikian sempitnya sehingga hanya dapat dilalui oleh satu sel darah merah. Dengan demikian, jika semua arteriola dalam tubuh mengalami spasme, tekanan darah akan naik, dalam usaha mengatasi kenaikan tekanan perifer agar oksigenasi jaringan dapat dicukupi.
4.Kenaikan berat badan dan edema yang disebabkan oleh penimbunan air yang berlebihan dalam ruang interstitial, belum diketahui sebabnya, mungkin karena retensi air an garam.
5.Proteinuria dapat disebabkan oleh spasme arteriola sehingga terjadi perubahan pada glomerulus.
Terjadinya spasme pembuluh darah arteriol menuju organ penting dalam tubuh dapat menimbulkan gangguan sebagai berikut:
1.Gangguan metabolisme jaringan
•Terjadi metabolisme anaerobik lemak dan protein
•Pembakaran yang tidak sempurna menyebabkan pementukan badan keton dan asidosis
2.Gangguan peredaran darah dapat menimbulkan:
•Nekrosis (kematian jaringan)
•Perdarahan
•Edema jaringan
3.Mengecilnya aliran darah menuju sirkulasi retroplasenter menimbulkan ganguan pertukaran nutrisi, CO2 dan O2 yang menyebabkan asfiksia sampai kematian janin dalam rahim.
Perubahan pada Organ
Otak
1.Spasme pembuluh darah arteriol otak menyebabkan anemia jaringan otak, perdarahan, dan nekrosis.
2.Menimbulkan nyeri kepala yang hebat
Plasenta dan rahim
1.Spasme arteriol mendadak menyebabkan asfiksia berat sampai kematian janin.
2.Spasme yang berlangsung lama akan mengganggu pertumbuhan janin.
3.Terjadinya peningkatan tonus otot rahim dan kepekaannya terhadap rangsang sehingga terjadi partus prematurus.
Ginjal
1.Spasme pembuluh darah menyebabkan aliran darah ke ginjal menurun sehingga filtrasi glomerulus berkurang.
2.Filtrasi glomerulus dapat turun sampai 50% dari normal sehingga pada keadaan lanjut dapat terjadi oliguria dan anuria.
3.Penyerapan air dan garam tubulus tetap, terjadi retensi garam dan air.
4.Edema pada tungkai dan tangan, paru – paru,dan organ lain.
Paru
1.Dapat terjadi bronkopneumonia sampai abses.
2.Menimbulkan sesak napas sampai sianosis.
3.Kematian preeklamsia-eklamsia dapat disebabkan oleh edema paru yang menimbulkan dekompensasi kordis.
Mata
1.Terjadi spasme arteriol dan edema retina.
2.Pada eklamsia, dapat terjadi ablasio retina atau lepasnya plasenta. Hal ini karena edema intraokular merupakan salah satu indikasi terminasi kehamilan.
3.Gejala lain meliputi skotoma, diplopia, dan ambliopia yang disebabkan oleh adanya perubahan peredaran darah dalam pusat penglihatan di korteks serebri atau di dalal retina.
Hati
1.Perdarahan yang tidak teratur.
2.Terjadi nekrosis, trombosis pada lobus hati.
3.Rasa nyeri di epigastrium karena perdarahan subkapsular.
Jantung
1.Perubahan degenerasi lemak dan edema.
2.Perdarahan subendokardial.
3.Menimbulkan dekompensasi kordis sampai terhentinya fungsi jantung.
Pembuluh darah
1.Permeabilitas terhadap protein makin tinggi sehingga terjadi vasasi protein ke jaringan.
2.Protein ekstravaskular menarik air dan garam menimbulkan edema.
3.Hemokonsentrasi darah yang menyebabkan gangguan fungsi metabolisme tubuh dan trombosis.
Keseimbangan cairan dan elektrolit
1.Terjadinya perubahan pada metabolisme air, elektrolit, kristaloid, dan protein serum sehingga terjadi gangguan keseimbangan elektrolit.
2.Gula darah, kadar natrium bikarbonat, dan pH darah dalam batas normal.
3.Pada preeklamsia berat dan eklamsia, kadar gula darah naik sementara, asam laktat dan asam organik lainnya naik sehingga cadangan alkali turun. Keadaan ini disebabkan oleh kejang.
4.Setelah konvulsi selesai, zat – zat organik dioksidasi dan dilepaskan natrium, lalu bereaksi dengan karbonik sehingga terbentuk natrium bikarbonat. Dengan demikian, cadangan alkali dapat kembali pulih normal.
•EKLAMSIA
Definisi
Eklamsia adalah preeklamsia berat yang dilanjutkan dengan keadaan kejang dan/atau sampai koma.
1.Eklamsia gravidarum ( 50% )
2.Eklamsia parturien ( 40% )
3.Eklamsia puerperium ( 10% )
Insidensi eklamsia di negara berkembang berkisar antara 0,3% - 0,7%. Sebelum kejang, kondisi ini didahului dengan gejala subjektif, yaitu nyeri kepala di daerah frontal, nyeri epigastrium, penglihatan semakin kabur, dan terdapat mual muntah dan hasil pemeriksaan menunjukkan hiper-refleksia atau mudah terangsang.
Gejala
Serangan eklamsia dibagi ke dalam empat tingkatan, antara lain:
1.Stadium invasi (tingkat awal atau aura)
•Berlangsung 30 – 35 detik
•Tangan dan kelopak mata gemetar
• Mata terpaku dan terbuka dengan pandangan kosong
•Kepala diputar ke kanan dan ke kiri
2.Stadium kejang tonik
•Berlangsung sekitar 20 – 30 detik
•Seluruh tubuh kaku (wajah kaku, tangan menggemgam, dan kaki membengkok ke dalam, pernapasan berhenti, muka mulai kelihatan sianosis, lidah dapat tergigit).
3.Stadium kejang kronik
•Berlangsung 1 – 2 menit
•Kontraksi otot berlangsung cepat
•Mata melotot
•Mulut berbuih
•Muka kelihatan kongesti dan sianosis
•Setelah kejang klonik berhenti, penderita tidak sadar dan menarik napas seperti mendengkur.
4.Stadium koma
•Lamanya koma berlangsung beberapa menit sampai berjam – jam.
•Kadang – kadang di antara kesadaran, timbul serangan baru.
•HIPERTENSI ESENSIAL
Definisi
Hipertensi esensial adalah penyakit hipertensi yang mugkin disebabkan oleh faktor herediter serta dipengaruhi oleh faktor emosi dan lingkungan.
Diagnosis
Diagnosis hipertensis esensial terjadi jika tekanan darah 140/100 atau lebih, tanpa disertai gejala – gejala preeklamsia, glomerulonefritis atau funduskopi.
Gejala
Hipertensi esensial paling banyak dijumpai dengan tekanan darah sekitar 140/90 sampai 160/100. Gejala – gejala seperti kelainan jantung, arteriosklerosis, dan perdarahan otak timbul dalam waktu lama dan penyakit terus berlanjut. Gejala lain yang muncul, antara lain:
1.Kehamilan dengan hipertensi esensial akan berlangsung normal sampai aterm.
2.Pada kehamilan setelah 3 minggu, 30% wanita hamil akan menunjukkan kenaikan tekanan darahnya, namun tanpa gejala.
3.20% wanita hamil akan menunjukkan kenaikan tekanan darah yang mencolok, dapat disertai proteinuria dan edema (preeklamsia tidak murni) dengan keluhan sakit kepala, nyeri epigastrium, mual, muntah, dan gangguan penglihatan (visus).
Kewaspadaan kebidanan:
Pengakhiran kehamilan, baik yang muda maupun yang cukup bulan harus dipikirkan jika terdapat tanda – tanda hipertensi ganas (preeklamsia 200/120 atau preeklamsia berat), apalagi jika janin sudah meninggal dalam kandungan. Pengakhiran kehamilan ini sebaiknya dirundingkan antardisiplin ilmu dengan ahli penyakit dalam, apakah memang terdapat ancaman terhadap jiwa ibu.A
Definisi
Perdarahan pada kehamilan muda adalah perdarahan pada kehamilan kurang dari 22 minggu.
Tanda/Gejala
1.Pada wanita dengan anemia,penyakit radang panggul(pelvic inflammatory disease,PID),gejala abortus atau keluhan nyeri perut yang tidak biasa,kemungkinan terjadi kehamilan ektopik.
2.Pada wanita usia reproduktif yang mengalami terlambat haid dan mempunyai satu atau lebih tanda seperti:perdarahan,kaku perut,pengeluaran sebagaian hasil konsepsi,dilatasi serviks atau uterus yang lebih kecil dari biasanya,kemungkinan terjadi abortus.
Diagnosa
1.Pikirkan kemungkinan abortus pada wanita usia reproduktif yang terlambat haid dan mempunyai satu atau lebih tanda:perdarahan,kaku perut,pengeluaran sebagai hasil konsepsi,serviks berdilatasi atau uterus lebih kecil dari usia kehamilan.
2.Pikirkan kemungkuninan kehamilan ektopik pada wanita dengan anenia,penyakit radang panggul,gejala abortus atau keluhan nyeri yang tidak biasa.
Intervensi
1.Lakukan penilaian secara cepat mengenai keadaan umum pasien,termasuk tanda-tandavital
2.Periksa tanda-tanda syok(pucat,berkeringat,pingsan,tekanan sistolik kurang dari 90 mm Hg,nadi lebih dari 112 kali permenit).
3.Jika dicurigai syok,lakukan penanganan
4.Jika pasien dalam keadaan syok,pikirkan kemungkinan kehamilan ektopik terganggu.
5.Pasang infus dengan jarum infus besar,berikan larutan garam fisiologis atau Ringer laktat dengan tetesan cepat(500 ml dalam 2 jam pertama)
ABORTUS
Definisi
Berakhirnya suatu kehamilan pada atau sebelum kehamilan tersebut berusia 20 minggu atau buah kehamilan belum mampu untuk hidup diluar kandungan.
ETIOLOGI
Pada kehamilan muda,abortus tidak jarang didahului oleh kematian mudigah. Sebaiknya,pada kehamilan lanjut,biasanya janin dikeluarkan dalam keadaan masih hidup. Kelainan pertumbuhan hasil konsepsi juga dapat menyebabkan kematian janin atau cacat. Kelainan berat dapat menyebabkan kematian mudigah pada hamil muda.
Faktor-faktor yang menyebabkan kelainan dalam pertumbuhan:
1.Kelainan kromosom
2.Lingkungan kurang sempurna
3.Pengaruh dari luar
4.Kelainan pada plasenta
5.Penyakit ibu
6.Kelainan truktus genitalis
7.Antagonis rhesus(Rh)
8.Terlalu cepatnya korpus lueteum menjadi atrofi atau faktor serviks,yaitu inkompetensia serviks,servisitis’
9.Perangsangan pada ibu yang menyebabkan uterus berkontraksi,misalnya ibu sangat terkejut,obat-obatan uterotonika,ketakutan,laporotomi, dan lain-lain atau dapat juga karena trauma langsung terhadap fetus;selaput janin rusak langsung karena instrumen,benda dan obat-obatan.
10.Penyakit bapak (umur lanjut),penyakit kronis(TBC,anemia,dekompensasi kordis,malnutrisi,nefritis,sifilis,keracunan,radiasi sinar ronsen,avitaminosis)
PEMERIKSAAN FISIK
1.Tanda vital (identifikasi tanda-tanda fisik)
2.Pada pemeriksaan ginekologik/obstertrik
3.Perhatikan adanya darah,jaringan,bau,rasa,nyeri,massa
•KEHAMILAN EKTOPIK TERGANGGU
Kehamilan terjadi karena adanya pertemuan antara sel ovum dan sel sperma yang disebut dengan konsepsi. Hasil konsepsi kemudian akan berimplantasi dalam kavum uterus dan normalnya terjadi pada dinding depan atau belakang fundus uteri. Jika hasil konsepsi berimplantasi di tempat yang tidak normal,akan mengganggu pertumbuhan janin.
Definisi
Kehamilan ektopik adalah kehamilan dengan implantasi terjadi di luar rongga uterus(panduaan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal,2001)
Frekuensi
Frekuensi kehamilan ektopik yang berulang adalah 1-14,6%
Etiologi
Penyebab kehamilan ektopik dapat diketahui dan dapat juga tidak,atau bahkan belum diketahui. Beberapa faktor penyebab kehamilan ektopik,meliputi faktor uterus,tuba,dan ovum.
1.Faktor uterus
2.Faktor tuba
3.Faktor ovum
Kehamilan Tuba
Dinding tuba merupakan lapisan luar dari kapsularis yang merupakan lapisan dari hasil konsepsi. Karena tuba tidak dan bukan merupakan tempat normal bagi kehamilan,sebagian besar kehamilan tuba akan terganggu pada umur 6-10 minggu kehamilan. Selain itu, hasil konsepsi dapat berakhir hal-hal seperti:
1.Mati dan kemudian ditesorpsi
2.Terjadi abortus tuba
3.Terjadi ruptur tuba
Kehamilan intramularis(interstitial)
Karena agak tebal,dinding interstitial tuba dapat menahan kehamilan. Sampai 4 bulan atau lebih,kadang kala sampai aterm. Jika pecah dapat menyebabkan perdarahan yang banyak dan keluarnya janin dari rongga perut.
Kehamilan Ismus
Dinding tuba disini lebih tipis, biasanya pada kehamilan 2-3 bulan sudah pecah.
Kehamilan Ampula dan Fimbria
Dapat terjadi ruptur pada kehamilan 1-2 bulan dan nasib hasil konsepsi sama dengan da atas.
Perubahan pada Uterus
Hormon-hormon kehamilan akan memberikan reaksi pada uterus,seperti pada kehamilan biasa. Oleh karena itu, akan tetap ditemui uterus yang bertambah besar dari biasa serta melunak,suplai darah yang bertanbah dan terbebtuknya desidua.
Jika hasil konsepsi dalam tuba mati ,desidua mengalami degenerasi.terkelupas dan berdarah kemudian keluar per vaginam yang disebut decidual cast. Jika gejala lain tidak ada,sering kali wanita disangka keguguran,bahkan dilakukan kuretase.
•MOLA HIDATIDOSA
Kehamilan mola adalah suatu kehamilan yang ditandai dengan hasil konsepsi yang tidak berkembang menjadi embrio setelah fertilisasi,namun terjadi proliferasi dari vili korialis disertai dengan degenerasi hidropik. Uterus melunak dan berkembang lebih cepat dari usia gestasi Normal,tidak dijumpai adanya janin, dan kavum uteri hanya terisi oleh jaringan seperti rangkaian buah anggur.
Jonjot-jonjot korion yang tumbuh berganda berupa gelembung-gelembung kecil yang mengandung banyak cairan sehingga menyerupai buah anggur atau mata ikan sehingga sering disebut hamil anggur atau mata ikan. Kelaian ini merupakan neoplasma trofoblas yang jinak.
Etiologi
Penyebab pasti mola hidatisoda tidak diketahui. Faktor – faktor penyebab kehamilan ini, meliputi:
1.Ovum: ovtm sudah patologis sehingga mati, namun terlambat dikeluarkan
2.Imunoselektif dari trofoblas
3.Keadaan sosio-ekonomiyang rendah
4.Paritas tinggi
5.Kekurangan protein
6.Infeksi virus dan faktor kromosom yang belum jelas.
Patologi
Jonjot – jonjot korion yang tumbuh berganda dan mengandung cairan merupakan kista – kista kecil seperti anggur. Biasanya di dalamnya tidak berisi embrio. Secara histopatologik, kadang – kadang ditemukan jaringan mola pada plasenta dengan bayi normal. Selain itu, dapat terjadi kehamilan ganda mola, yaitu satu janin tumbuh dan lainnya menjadi molahidatisoda. Gelembung mola besarnya bervariasi, mulai dari yang kecil sampai berdiameter lebih dari 1 cm. Mola parsialis diketahui jika dijumpai janin dan gelembung – gelembung mola.
Secara mikroskoik, terlihat trias yang mencakup:
1.Poliferasi dari trofoblas
2.Degenerasi hidropik dari stroma vili dan kesembapan
3.Terlambat atau hilangnya pembuluh darah dan stroma.
Sel - sel langans tampak seperti sel prolidral dengan inti terang dan adanya sel sinsisial giantik. Pada kasus mola, banyak kita jumpai ovarium dengan kista lutein ganda berdiameter 10 cm atau lebih. Kista lutein akan berangsur – angsur mengecil, kemudian hilang setelah mola hidatidosa sembuh.
Diagnosis dan Gejala
1.Anamnesis/keluhan
•Terdapat gejala – gejala hamil muda yang kadang – kadang lebih nyata dari kehamilan biasa.
•Kadangkala terdapat tanda toksemia gravidarum.
•Terdapat perdarahan sedikit atau banyak, tidak teratur, warna tengguli tua atau kecoklatan seperti bumbu rujak.
•Pembesaran uterus tidak sesuai dengan umur kehamilan (lebih besar) dengan tua kehamilan seharusnya.
•Keluar jaringan mola seperti buah anggur atau mata ikan (tidak selalu ada), yang merupakan diagnosis pasti.
2.Inspeksi
•Muka dan kadang – kadang badan kelihatan pucat kekuningan, yang disebut muka mola (mola face).
•Jika gelembung mola yang sudah keluar dapat dilihat jelas.
3.Palpasi
•Uterus membesar tidak sesuai dengan tuanya kehamian, terasa lembek.
•Tidak teraba bagian – bagian janin dan balotemen, juga gerakan janin.
•Adanya fenomena harmonica, yaitu darah dan gelembung mola keluar dan fundus uteri turun, lalu naik lagi karena terkumpulnya darah baru.
4.Auskultasi
•Tidak terdengar denyut jantung bayi.
•Terdengar bising dan bunyi khas.
5.Reaksi kehamilan: karena kadar HCG tinggi maka uji biologik dan uji imonologik akan positif setelah pengenceran.
6.Pemeriksaan dalam
•Pastikan besarnya rahim, rahim terasa lembek, tidak ada bagian – bagian janin, terdapat perdarahan dan jaringan dalam kanalis servikalis dan vagina sertabevaluasi keadaan serviks.
•Uji sonde: sonde dimasukkan pelan – pelan dan hati – hati ke dalam kanalis servikalis dan kavum uteri. Jika tidak ada tahanan, sonde diputar serta ditarik sedikit.
•NYERI PERUT PADA KEHAMILAN
Definisi Nyeri perut
1.Nyeri perut merupakan nyeri pada daeah perut
2.Nyeri memiliki dampak yang signifikan dalam kualitas hidup wanita, mengakibatkan letih, tegang atau depresi
3.Nyeri perut sering menjadi masalah wanita
4.Nyeri perut pada kehamilan kurang dari 22 minggu mungkin merupakan gejala utama kehamilan ektopik atau abortus
Penyebab nyeri perut
1.Kehamilan ektopik
2.Apendisitis
3.Torsi ovarium
4.Sistitis
5.Peritinitis
•PREEKLAMSIA
Definisi
Preeklamsia dan eklamsia merupakan kumpulan gejala yang timbul pada ibu hamil, bersalin, dan selama masa nifas, yang terdiri atas trias gejala, yaitu hipertensi, proteinuria, dan edema, kadang – kadang disertai konvulsi sampai koma. Ibu tersebut tidak menunjukkan tanda – tanda kelainan vaskular atau hipertensi sebelumnya.
Etiologi
Etiologi penyakit ini belum diketahui secara pasti. Teori yang terkenal sebagai penyebab preeklamsia adalah teori iskemia plasenta. Akan tetapi, teori ini belum dapat menerangkan semua hal yang berkaitan dengan preeklamsia. Teori yang diterima adalah yang dapat menerangkan hal – hal berikut:
1.Mengapa frekuensi menjadi tinggi pad primigravida, kehamilan ganda, hidramnion, dan mola hidatidosa.
2.Mengapa frekuensi bertambah seiring dengan tuanya kehamilan, umumnya pada tiwulan III.
3.Mengapa terjadi perbaikan keadaan penyakit, jika terjadi kematian janin dalam kandungan.
4.Mengapa frekuensi lebih rendah pada kehamilan berikutnya.
5.Penyebab timbulnya hipertensi, proteinuria,edema, dan konvulsi sampai koma.
Dengan demikian, jelaslah bahwa bukan hanya satu faktor, melainkan banyak faktor yang menyebabkan preeklamsia da eklamsia.
Faktor – faktor yang mempengaruhi terjadinya preeklamsia dan eklamsia adalah:
1.Jumlah primigravida, terutama terutama primigravida muda.
2.Distensi rahim yang berlebihan, seperti hidramnion, hamil ganda, mola hidatidosa.
3.Penyakit yang menyertai kehamilan, seperti diabetes melitus (DM), kegemukan.
4.Jumlah umur ibu diatas 35 tahun.
5.Preeklamsia berkisar antara 3% - 5% dari kehamilan yang dirawat.
Patofisiologi
1.Pada preeklamsia, terjadi spasme pembuluh darah disertai dengan retensi garam dan air.
2.Pada biopsi ginjal, ditemukan spasme hebat arteriola glomerulus.
3.Pada beberapa kasus, lumen arteriola sedemikian sempitnya sehingga hanya dapat dilalui oleh satu sel darah merah. Dengan demikian, jika semua arteriola dalam tubuh mengalami spasme, tekanan darah akan naik, dalam usaha mengatasi kenaikan tekanan perifer agar oksigenasi jaringan dapat dicukupi.
4.Kenaikan berat badan dan edema yang disebabkan oleh penimbunan air yang berlebihan dalam ruang interstitial, belum diketahui sebabnya, mungkin karena retensi air an garam.
5.Proteinuria dapat disebabkan oleh spasme arteriola sehingga terjadi perubahan pada glomerulus.
Terjadinya spasme pembuluh darah arteriol menuju organ penting dalam tubuh dapat menimbulkan gangguan sebagai berikut:
1.Gangguan metabolisme jaringan
•Terjadi metabolisme anaerobik lemak dan protein
•Pembakaran yang tidak sempurna menyebabkan pementukan badan keton dan asidosis
2.Gangguan peredaran darah dapat menimbulkan:
•Nekrosis (kematian jaringan)
•Perdarahan
•Edema jaringan
3.Mengecilnya aliran darah menuju sirkulasi retroplasenter menimbulkan ganguan pertukaran nutrisi, CO2 dan O2 yang menyebabkan asfiksia sampai kematian janin dalam rahim.
Perubahan pada Organ
Otak
1.Spasme pembuluh darah arteriol otak menyebabkan anemia jaringan otak, perdarahan, dan nekrosis.
2.Menimbulkan nyeri kepala yang hebat
Plasenta dan rahim
1.Spasme arteriol mendadak menyebabkan asfiksia berat sampai kematian janin.
2.Spasme yang berlangsung lama akan mengganggu pertumbuhan janin.
3.Terjadinya peningkatan tonus otot rahim dan kepekaannya terhadap rangsang sehingga terjadi partus prematurus.
Ginjal
1.Spasme pembuluh darah menyebabkan aliran darah ke ginjal menurun sehingga filtrasi glomerulus berkurang.
2.Filtrasi glomerulus dapat turun sampai 50% dari normal sehingga pada keadaan lanjut dapat terjadi oliguria dan anuria.
3.Penyerapan air dan garam tubulus tetap, terjadi retensi garam dan air.
4.Edema pada tungkai dan tangan, paru – paru,dan organ lain.
Paru
1.Dapat terjadi bronkopneumonia sampai abses.
2.Menimbulkan sesak napas sampai sianosis.
3.Kematian preeklamsia-eklamsia dapat disebabkan oleh edema paru yang menimbulkan dekompensasi kordis.
Mata
1.Terjadi spasme arteriol dan edema retina.
2.Pada eklamsia, dapat terjadi ablasio retina atau lepasnya plasenta. Hal ini karena edema intraokular merupakan salah satu indikasi terminasi kehamilan.
3.Gejala lain meliputi skotoma, diplopia, dan ambliopia yang disebabkan oleh adanya perubahan peredaran darah dalam pusat penglihatan di korteks serebri atau di dalal retina.
Hati
1.Perdarahan yang tidak teratur.
2.Terjadi nekrosis, trombosis pada lobus hati.
3.Rasa nyeri di epigastrium karena perdarahan subkapsular.
Jantung
1.Perubahan degenerasi lemak dan edema.
2.Perdarahan subendokardial.
3.Menimbulkan dekompensasi kordis sampai terhentinya fungsi jantung.
Pembuluh darah
1.Permeabilitas terhadap protein makin tinggi sehingga terjadi vasasi protein ke jaringan.
2.Protein ekstravaskular menarik air dan garam menimbulkan edema.
3.Hemokonsentrasi darah yang menyebabkan gangguan fungsi metabolisme tubuh dan trombosis.
Keseimbangan cairan dan elektrolit
1.Terjadinya perubahan pada metabolisme air, elektrolit, kristaloid, dan protein serum sehingga terjadi gangguan keseimbangan elektrolit.
2.Gula darah, kadar natrium bikarbonat, dan pH darah dalam batas normal.
3.Pada preeklamsia berat dan eklamsia, kadar gula darah naik sementara, asam laktat dan asam organik lainnya naik sehingga cadangan alkali turun. Keadaan ini disebabkan oleh kejang.
4.Setelah konvulsi selesai, zat – zat organik dioksidasi dan dilepaskan natrium, lalu bereaksi dengan karbonik sehingga terbentuk natrium bikarbonat. Dengan demikian, cadangan alkali dapat kembali pulih normal.
•EKLAMSIA
Definisi
Eklamsia adalah preeklamsia berat yang dilanjutkan dengan keadaan kejang dan/atau sampai koma.
1.Eklamsia gravidarum ( 50% )
2.Eklamsia parturien ( 40% )
3.Eklamsia puerperium ( 10% )
Insidensi eklamsia di negara berkembang berkisar antara 0,3% - 0,7%. Sebelum kejang, kondisi ini didahului dengan gejala subjektif, yaitu nyeri kepala di daerah frontal, nyeri epigastrium, penglihatan semakin kabur, dan terdapat mual muntah dan hasil pemeriksaan menunjukkan hiper-refleksia atau mudah terangsang.
Gejala
Serangan eklamsia dibagi ke dalam empat tingkatan, antara lain:
1.Stadium invasi (tingkat awal atau aura)
•Berlangsung 30 – 35 detik
•Tangan dan kelopak mata gemetar
• Mata terpaku dan terbuka dengan pandangan kosong
•Kepala diputar ke kanan dan ke kiri
2.Stadium kejang tonik
•Berlangsung sekitar 20 – 30 detik
•Seluruh tubuh kaku (wajah kaku, tangan menggemgam, dan kaki membengkok ke dalam, pernapasan berhenti, muka mulai kelihatan sianosis, lidah dapat tergigit).
3.Stadium kejang kronik
•Berlangsung 1 – 2 menit
•Kontraksi otot berlangsung cepat
•Mata melotot
•Mulut berbuih
•Muka kelihatan kongesti dan sianosis
•Setelah kejang klonik berhenti, penderita tidak sadar dan menarik napas seperti mendengkur.
4.Stadium koma
•Lamanya koma berlangsung beberapa menit sampai berjam – jam.
•Kadang – kadang di antara kesadaran, timbul serangan baru.
•HIPERTENSI ESENSIAL
Definisi
Hipertensi esensial adalah penyakit hipertensi yang mugkin disebabkan oleh faktor herediter serta dipengaruhi oleh faktor emosi dan lingkungan.
Diagnosis
Diagnosis hipertensis esensial terjadi jika tekanan darah 140/100 atau lebih, tanpa disertai gejala – gejala preeklamsia, glomerulonefritis atau funduskopi.
Gejala
Hipertensi esensial paling banyak dijumpai dengan tekanan darah sekitar 140/90 sampai 160/100. Gejala – gejala seperti kelainan jantung, arteriosklerosis, dan perdarahan otak timbul dalam waktu lama dan penyakit terus berlanjut. Gejala lain yang muncul, antara lain:
1.Kehamilan dengan hipertensi esensial akan berlangsung normal sampai aterm.
2.Pada kehamilan setelah 3 minggu, 30% wanita hamil akan menunjukkan kenaikan tekanan darahnya, namun tanpa gejala.
3.20% wanita hamil akan menunjukkan kenaikan tekanan darah yang mencolok, dapat disertai proteinuria dan edema (preeklamsia tidak murni) dengan keluhan sakit kepala, nyeri epigastrium, mual, muntah, dan gangguan penglihatan (visus).
Kewaspadaan kebidanan:
Pengakhiran kehamilan, baik yang muda maupun yang cukup bulan harus dipikirkan jika terdapat tanda – tanda hipertensi ganas (preeklamsia 200/120 atau preeklamsia berat), apalagi jika janin sudah meninggal dalam kandungan. Pengakhiran kehamilan ini sebaiknya dirundingkan antardisiplin ilmu dengan ahli penyakit dalam, apakah memang terdapat ancaman terhadap jiwa ibu.A
Rabu, 08 Februari 2012
hemmmmm APA DAN BAGAIMANA JAMPERSAL ITU cccccccc..???
Menanggapi pemberitaan mengenai Program Jaminan Persalinan (Jampersal) yang baru-baru ini hangat dibicarakan berbagai media di Gorontalo, maka agar tidak menjadi simpang-siur informasi tentang hal tersebut, untuk itu kami mencoba menelusuri seperti apa dan bagaimana Jampersal tersebut.
“Sesuai dengan pernyataan Menkes RI dr. Endang Rahayusedyaningsih,MPH,DR.PH bahwa Jampersal yang akan diprogramkan Kementerian Kesehatan RI memang masih dalam tahap penyiapan pedoman. Rencananya pada tanggal 30 Januari-03 Februari 2011 di Bandung akan ada pembahasan pedoman program Jampersal ini, yang mengundang seluruh perwakilam dinas kesehatan se Indonesia.” Demikian ungkap Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Andriyanto Abdussamad,SKM,MKes saat ditemui diruangannya Jumat (28/01/11).
“Sejauh yang kami ketahui, rencananya Program ini akan di laksanakan pada tahun 2011 ini, namun tidak pada januari, karena masih dalam tahap persiapan pedoman dalam hal ini petunjuk teknis dan termasuk tata cara pembiayaannya” Ungkap Andriyanto
Inti dari program Jampersal ini merupakan upaya pemerintah untuk menurunkan AKI dan AKB. Dan Kementerian kesehatan akan menjamin seluruh biaya pengobatan bagi wanita hamil dan melahirkan, sepanjang mereka melahirkan di Puskesmas dan RS pemerintah. Jampersal itu memberikan pertanggungjawaban biaya kepada ibu hamil yang ingin bersalin di RS pemerintah kelas 3 dan sarana pelayanan kesehatan.
Andriyanto juga menjelaskan bahwa Program Jampersal itu berbeda dengan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Program ini tidak hanya pada ibu hamil yang miskin, sedangkan Jamkesmas memberikan perlindungan kesehatan bagi warga miskin.
Dijelaskan lagi oleh beliau bahwa, Jampersal ini akan dilaksanakan secara bertahap mulai 2011, dengan priorotas dalam perkiraan ibu bersalin dalam 1 tahun adalah 4,6 juta ibu hamil. Persalinan yang sudah dibiayai Jamkesmas mencapai 1,7 juta ibu hamil pertahun. Dan tambahan dari jaminan persalinan 2011 ini bagi 900 ibu hamil. Demikian tutur Andriyanto
Hal ini merupakan tahap awal mengingat terbatasnya anggaran. Seperti yang diketahui, pemerintah menyediakan dana 1,2 triliun untuk perlindungan ibu hamil melalui program Jampersal. Dana tersebut diambil dari dana yang dialokasikan untuk Kementerian Keseahtan melalui APBN 2011. Alokasi dana tersebut akan digunakan untuk pelaksanaan paket Jampersal antara lain, pendataan ibu hamil, pemeriksaan ibu hamil sebanyak 4 kali ANC, persalinan ditolong tenaga kesehatan, penanganan komplikasi dan rujukannya, nivas, dan penanganan bayi baru lahir sebanyak 3 kali, termasuk pelayanan KB pasca persalinan dan konseling pemberian Asi eksklusif.
Untuk itu masyarakat diminta sabar menunggu sampai terealisasinya program tersebut. Kita berharap tidak ada lagi kematian ibu melahirkan atau pun kematian bayi.
“Sesuai dengan pernyataan Menkes RI dr. Endang Rahayusedyaningsih,MPH,DR.PH bahwa Jampersal yang akan diprogramkan Kementerian Kesehatan RI memang masih dalam tahap penyiapan pedoman. Rencananya pada tanggal 30 Januari-03 Februari 2011 di Bandung akan ada pembahasan pedoman program Jampersal ini, yang mengundang seluruh perwakilam dinas kesehatan se Indonesia.” Demikian ungkap Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Andriyanto Abdussamad,SKM,MKes saat ditemui diruangannya Jumat (28/01/11).
“Sejauh yang kami ketahui, rencananya Program ini akan di laksanakan pada tahun 2011 ini, namun tidak pada januari, karena masih dalam tahap persiapan pedoman dalam hal ini petunjuk teknis dan termasuk tata cara pembiayaannya” Ungkap Andriyanto
Inti dari program Jampersal ini merupakan upaya pemerintah untuk menurunkan AKI dan AKB. Dan Kementerian kesehatan akan menjamin seluruh biaya pengobatan bagi wanita hamil dan melahirkan, sepanjang mereka melahirkan di Puskesmas dan RS pemerintah. Jampersal itu memberikan pertanggungjawaban biaya kepada ibu hamil yang ingin bersalin di RS pemerintah kelas 3 dan sarana pelayanan kesehatan.
Andriyanto juga menjelaskan bahwa Program Jampersal itu berbeda dengan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Program ini tidak hanya pada ibu hamil yang miskin, sedangkan Jamkesmas memberikan perlindungan kesehatan bagi warga miskin.
Dijelaskan lagi oleh beliau bahwa, Jampersal ini akan dilaksanakan secara bertahap mulai 2011, dengan priorotas dalam perkiraan ibu bersalin dalam 1 tahun adalah 4,6 juta ibu hamil. Persalinan yang sudah dibiayai Jamkesmas mencapai 1,7 juta ibu hamil pertahun. Dan tambahan dari jaminan persalinan 2011 ini bagi 900 ibu hamil. Demikian tutur Andriyanto
Hal ini merupakan tahap awal mengingat terbatasnya anggaran. Seperti yang diketahui, pemerintah menyediakan dana 1,2 triliun untuk perlindungan ibu hamil melalui program Jampersal. Dana tersebut diambil dari dana yang dialokasikan untuk Kementerian Keseahtan melalui APBN 2011. Alokasi dana tersebut akan digunakan untuk pelaksanaan paket Jampersal antara lain, pendataan ibu hamil, pemeriksaan ibu hamil sebanyak 4 kali ANC, persalinan ditolong tenaga kesehatan, penanganan komplikasi dan rujukannya, nivas, dan penanganan bayi baru lahir sebanyak 3 kali, termasuk pelayanan KB pasca persalinan dan konseling pemberian Asi eksklusif.
Untuk itu masyarakat diminta sabar menunggu sampai terealisasinya program tersebut. Kita berharap tidak ada lagi kematian ibu melahirkan atau pun kematian bayi.
UPAYA PENINGKATAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS (QUALITY IMPROVEMENT EFFORTS IN THE HEALTH SERVICE CENTERS)
Memperhatikan Visi Pemerintah Kabupaten Jombang yang berbunyi ”Pemberdayaan dan pelayanan prima menuju masyarakat Jombang sejahtera dan beriman tahun 2005” dan dibarengi tuntutan masyarakat terhadap kualitas pelayanan kesehatan yang semakin meningkat dan mendesak, perlu mendapatkan perhatian yang serius bagi semua kalangan yang berkompeten, khususnya Dinas Kesehatan dan Puskesmas melalui strategi “Puskesmas Idaman”, yaitu Puskesmas yang fokus pada pelanggan, baik pelanggan internal maupun eksternal.
Puskesmas Idaman adalah Puskesmas dengan pelayanan kesehatan bermutu yang memenuhi atau melebihi harapan pelanggan serta memberi pelayanan yang sesuai dengan Standart Operating Procedure ( SOP ) pelayanan kesehatan. Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas secara terus menerus dengan Manajemen Kualitas Terpadu ( Total Quality Management ).
” Puskesmas Idaman yang bermutu ”, merupakan visi Puskesmas Idaman, sedangkan strategi yang dipakai untuk mewujudkannya adalah dengan (1) meningkatkan mutu tenaga kesehatan ” PusKesMas ” yang mencakup tiga aspek ” Pus ” , ” Kes ” , dan ” Mas ”. Adapun rincian ketiga aspek tersebut adalah PUS : merupakan singkatan : Profesionalisme, Unggul dan Santun, KES : merupakan singkatan : Komitmen, Etika , dan Semangat atau Motivasi yang tinggi dan MAS : merupakan singkatan dari Manusiawi, Asuh dan Simpati (2) meningkatan mutu pelayanan kesehatan ” Idaman ” yang mencakup empat aspek ” Indah , Damai , Aman dan Nyaman ”.
Untuk mencapai visi Puskesmas Idaman tersebut diatas, ditetapakan misi sebagai berikut:
Memastikan Pelanggan Puskesmas.
Memahami psikografi Pelanggan Puskesmas.
Menata Mindset Tim Pelayanan Prima di Puskesmas Idaman.
Memberi kesempatan pada “front liner” untuk ikut mengambil keputusan dan memberikan saran dalam pelaksanaan pelayanan prima di Puskesmas.
Mengembangkan pelayanan kesehatan yang tak terlupakan pada Pelanggan.
Menjalin komunikasi terus menerus dengan Pelanggan untuk menciptakan ”Customer Market Relationship”.
Melakukan penyesuaian organisasi terus menerus untuk peningkatan mutu pelayanan kesehatan.
Puskesmas Rawat Inap ”IDOLA” adalah Puskesmas rawat inap dengan fasilitas ruangan yang Indah dan rapi, suasana pelayanan yang Damai, memperlakukan pasien secara Obyektif, menangani pasien secara Lancar serta Aman, sebagai upaya untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang bermutu serta terjangkau oleh semua lapisan masyarakat.
Puskesmas Rawat Inap “IDOLA” dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang bermutu serta terjangkau oleh semua lapisan masyarakat, menggunakan strategi “SENYUM” dengan rincian sebagai berikut:
”S”: Sambut pasien dengan senyum dan salam yang hangat
”E”: Eksplorasi dan bantu menemukan masalah kesehatan pasien
”N”: Niat yang tulus untuk menyelesaikan masalah kesehatan pasien dengan kemampuan terbaik
”Y”: Yakinkan pada pasien bahwa kita akan menangani pasien secara:
”U”: Umum, artinya memperlakukan semua pasien secara adil tanpa membedakan status sosial, suku, agama, maupun politik.
”M”: Mutu, artinya pelayanan kesehatan yang kita berikan adalah sesuai standar profesi dan memuaskan pelanggan.
” Pasien sembuh dan puas”, merupakan visi Puskesmas Idola, untuk mencapai visi tersebut diatas, ditetapkan misi sebagi berikut:
Mengembangkan sumber daya manusia yang profesional, unggul dan berkualitas. SDM yang dimaksud terdiri dari: dokter spesialis empat besar (bedah, kandungan dan kebidanan, anak dan penyakit dalam), dokter umum, bidan, perawat, nutrisionis dan administrasi.
Melengkapi dan menyajikan sarana dan prasana Puskesmas Rawat Inap yang bersih dan rapi.
Menata Mindset Tim Pelayanan Prima di Puskesmas Rawat Inap ”IDOLA”.
Memahami psikografi Pelanggan Puskesmas.
Mengembangkan pelayanan kesehatan yang tak terlupakan pada Pelanggan.
Menjalin komunikasi terus menerus dengan Pelanggan untuk menciptakan ”Customer Market Relationship”.
Melakukan penyesuaian organisasi terus menerus untuk peningkatan mutu pelayanan kesehatan.
Kebijakan Puskesmas Idaman
Tenaga kesehatan yang melaksanakan pelayanan kesehatan: profesioanal sesuai dengan pendidikannya, unggul dalam prestasi serta sopan dan santun dalam memberikan pelayanan.
Tenaga kesehatan berpenampilan rapi dan bersih, khusus untuk dokter dan dokter gigi memakai jas dokter pada saat melayani pasien.
Obat yang diberikan kepada pasien adalah obat generik berblister
Pelanggan diperlakukan secara ramah dan sopan serta dengan penuh simpati dibantu sepenuhnya apa keperluannya datang ke Puskesmas.
Tenaga kesehatan cepat dan tanggap dalam merespon keluhan dan keinginan pelanggan
Semua pegawai Puskesmas mempunyai komitmen, etika dan semangat/motivasi yang tinggi untuk melaksanakan pelayanan prima di Puskesmas
Tempat pelayanan kesehatan ditata rapi dan bersih, dan ber-AC, sehingga memberi kenyamanan pada pasien dan tenaga kesehatan yang melayaninya
Ruang tunggu pasien ditata rapi dan bersih serta dilengkapai sarana hiburan yang sesuai dengan harapan pasien
Kamar mandi dan WC dibuat bersih, tidak berbau dan cukup air, serta dibersihkan setiap hari
Lingkungan Puskesmas dibuat taman yang membuat suasana asri dan segar
Supervisi dilaksanakan setiap tiga bulan sekali dan ditindaklanjuti dengan pertemuan pemecahan masalah di Dinas Kesehatan
Survey kepuasan pelanggan dilaksanakan setiap tiga bulan sekali serta ditindaklanjuti dengan perbaikan pelayanan kesehatan
Manajemen Puskesmas Idaman berpedoman pada SK Menkes RI No: 128/MENKES/SK/II/2004 tentang: Kebijakan Dasar Pusat Kesehatan Masyarakat.
Kebijakan Puskesmas Idola
Tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan harus profesional sesuai dengan pendidikannya, unggul dalam prestasi serta sopan dan santun dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan.
Tenaga kesehatan berpenampilan rapi dan bersih, khusus untuk dokter dan dokter gigi memakai jas dokter pada saat melayani pasien.
Obat yang diberikan kepada pasien adalah obat generik berblister
Pelanggan diperlakukan secara ramah dan sopan serta dengan penuh simpati dengan strategi ”SENYUM” dibantu sepenuhnya menyelesaikan masalah kesehatannya
Tenaga kesehatan harus cepat dan tanggap dalam merespon keluhan dan keinginan pelanggan
Pegawai Puskesmas Rawat Inap mempunyai komitmen, etika dan semangat/motivasi yang tinggi untuk melaksanakan pelayanan prima di Puskesmas Rawai Inap
Ruang pelayanan rawat inap ditata rapi dan bersih, dan ber-AC, sehingga memberi kenyamanan pada pasien serta tenaga kesehatan yang melayaninya
Kamar mandi dan WC dibuat bersih, tidak berbau dan cukup air, serta dibersihkan setiap hari
Lingkungan Puskesmas dibuat taman untuk mewujudkan suasana asri dan segar
Supervisi dilaksanakan setiap tiga bulan sekali dan ditindaklanjuti dengan pertemuan pemecahan masalah di Dinas Kesehatan
Survey kepuasan pelanggan dilaksanakan setiap tiga bulan sekali serta ditindaklanjuti dengan perbaikan pelayanan rawat inap
Puskesmas Idaman adalah Puskesmas dengan pelayanan kesehatan bermutu yang memenuhi atau melebihi harapan pelanggan serta memberi pelayanan yang sesuai dengan Standart Operating Procedure ( SOP ) pelayanan kesehatan. Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas secara terus menerus dengan Manajemen Kualitas Terpadu ( Total Quality Management ).
” Puskesmas Idaman yang bermutu ”, merupakan visi Puskesmas Idaman, sedangkan strategi yang dipakai untuk mewujudkannya adalah dengan (1) meningkatkan mutu tenaga kesehatan ” PusKesMas ” yang mencakup tiga aspek ” Pus ” , ” Kes ” , dan ” Mas ”. Adapun rincian ketiga aspek tersebut adalah PUS : merupakan singkatan : Profesionalisme, Unggul dan Santun, KES : merupakan singkatan : Komitmen, Etika , dan Semangat atau Motivasi yang tinggi dan MAS : merupakan singkatan dari Manusiawi, Asuh dan Simpati (2) meningkatan mutu pelayanan kesehatan ” Idaman ” yang mencakup empat aspek ” Indah , Damai , Aman dan Nyaman ”.
Untuk mencapai visi Puskesmas Idaman tersebut diatas, ditetapakan misi sebagai berikut:
Memastikan Pelanggan Puskesmas.
Memahami psikografi Pelanggan Puskesmas.
Menata Mindset Tim Pelayanan Prima di Puskesmas Idaman.
Memberi kesempatan pada “front liner” untuk ikut mengambil keputusan dan memberikan saran dalam pelaksanaan pelayanan prima di Puskesmas.
Mengembangkan pelayanan kesehatan yang tak terlupakan pada Pelanggan.
Menjalin komunikasi terus menerus dengan Pelanggan untuk menciptakan ”Customer Market Relationship”.
Melakukan penyesuaian organisasi terus menerus untuk peningkatan mutu pelayanan kesehatan.
Puskesmas Rawat Inap ”IDOLA” adalah Puskesmas rawat inap dengan fasilitas ruangan yang Indah dan rapi, suasana pelayanan yang Damai, memperlakukan pasien secara Obyektif, menangani pasien secara Lancar serta Aman, sebagai upaya untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang bermutu serta terjangkau oleh semua lapisan masyarakat.
Puskesmas Rawat Inap “IDOLA” dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang bermutu serta terjangkau oleh semua lapisan masyarakat, menggunakan strategi “SENYUM” dengan rincian sebagai berikut:
”S”: Sambut pasien dengan senyum dan salam yang hangat
”E”: Eksplorasi dan bantu menemukan masalah kesehatan pasien
”N”: Niat yang tulus untuk menyelesaikan masalah kesehatan pasien dengan kemampuan terbaik
”Y”: Yakinkan pada pasien bahwa kita akan menangani pasien secara:
”U”: Umum, artinya memperlakukan semua pasien secara adil tanpa membedakan status sosial, suku, agama, maupun politik.
”M”: Mutu, artinya pelayanan kesehatan yang kita berikan adalah sesuai standar profesi dan memuaskan pelanggan.
” Pasien sembuh dan puas”, merupakan visi Puskesmas Idola, untuk mencapai visi tersebut diatas, ditetapkan misi sebagi berikut:
Mengembangkan sumber daya manusia yang profesional, unggul dan berkualitas. SDM yang dimaksud terdiri dari: dokter spesialis empat besar (bedah, kandungan dan kebidanan, anak dan penyakit dalam), dokter umum, bidan, perawat, nutrisionis dan administrasi.
Melengkapi dan menyajikan sarana dan prasana Puskesmas Rawat Inap yang bersih dan rapi.
Menata Mindset Tim Pelayanan Prima di Puskesmas Rawat Inap ”IDOLA”.
Memahami psikografi Pelanggan Puskesmas.
Mengembangkan pelayanan kesehatan yang tak terlupakan pada Pelanggan.
Menjalin komunikasi terus menerus dengan Pelanggan untuk menciptakan ”Customer Market Relationship”.
Melakukan penyesuaian organisasi terus menerus untuk peningkatan mutu pelayanan kesehatan.
Kebijakan Puskesmas Idaman
Tenaga kesehatan yang melaksanakan pelayanan kesehatan: profesioanal sesuai dengan pendidikannya, unggul dalam prestasi serta sopan dan santun dalam memberikan pelayanan.
Tenaga kesehatan berpenampilan rapi dan bersih, khusus untuk dokter dan dokter gigi memakai jas dokter pada saat melayani pasien.
Obat yang diberikan kepada pasien adalah obat generik berblister
Pelanggan diperlakukan secara ramah dan sopan serta dengan penuh simpati dibantu sepenuhnya apa keperluannya datang ke Puskesmas.
Tenaga kesehatan cepat dan tanggap dalam merespon keluhan dan keinginan pelanggan
Semua pegawai Puskesmas mempunyai komitmen, etika dan semangat/motivasi yang tinggi untuk melaksanakan pelayanan prima di Puskesmas
Tempat pelayanan kesehatan ditata rapi dan bersih, dan ber-AC, sehingga memberi kenyamanan pada pasien dan tenaga kesehatan yang melayaninya
Ruang tunggu pasien ditata rapi dan bersih serta dilengkapai sarana hiburan yang sesuai dengan harapan pasien
Kamar mandi dan WC dibuat bersih, tidak berbau dan cukup air, serta dibersihkan setiap hari
Lingkungan Puskesmas dibuat taman yang membuat suasana asri dan segar
Supervisi dilaksanakan setiap tiga bulan sekali dan ditindaklanjuti dengan pertemuan pemecahan masalah di Dinas Kesehatan
Survey kepuasan pelanggan dilaksanakan setiap tiga bulan sekali serta ditindaklanjuti dengan perbaikan pelayanan kesehatan
Manajemen Puskesmas Idaman berpedoman pada SK Menkes RI No: 128/MENKES/SK/II/2004 tentang: Kebijakan Dasar Pusat Kesehatan Masyarakat.
Kebijakan Puskesmas Idola
Tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan harus profesional sesuai dengan pendidikannya, unggul dalam prestasi serta sopan dan santun dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan.
Tenaga kesehatan berpenampilan rapi dan bersih, khusus untuk dokter dan dokter gigi memakai jas dokter pada saat melayani pasien.
Obat yang diberikan kepada pasien adalah obat generik berblister
Pelanggan diperlakukan secara ramah dan sopan serta dengan penuh simpati dengan strategi ”SENYUM” dibantu sepenuhnya menyelesaikan masalah kesehatannya
Tenaga kesehatan harus cepat dan tanggap dalam merespon keluhan dan keinginan pelanggan
Pegawai Puskesmas Rawat Inap mempunyai komitmen, etika dan semangat/motivasi yang tinggi untuk melaksanakan pelayanan prima di Puskesmas Rawai Inap
Ruang pelayanan rawat inap ditata rapi dan bersih, dan ber-AC, sehingga memberi kenyamanan pada pasien serta tenaga kesehatan yang melayaninya
Kamar mandi dan WC dibuat bersih, tidak berbau dan cukup air, serta dibersihkan setiap hari
Lingkungan Puskesmas dibuat taman untuk mewujudkan suasana asri dan segar
Supervisi dilaksanakan setiap tiga bulan sekali dan ditindaklanjuti dengan pertemuan pemecahan masalah di Dinas Kesehatan
Survey kepuasan pelanggan dilaksanakan setiap tiga bulan sekali serta ditindaklanjuti dengan perbaikan pelayanan rawat inap
Standart Mutu Pelayanan Kebidanan Dari Standart 1-24
I. STANDAR PELAYANAN KEBIDANAN DASAR
1. PENGERTIAN
Norma dan tingkat kinerja yang diperlukan untuk mencapai hasil yang dinginkan
2. .SYARAT STANDART
a. Dapat diobservasi dan diukur
b. Realistik
c. Mudah dilakukan dan dibutuhkan
3. PENGENALAN STANDART PELAYANAN KEBIDANAN
Standart pelayanan kebidanan digunakan untuk menentukan kompetensi yg diperlukan bidan dlm menjalankan praktik sehari-hari. Standart pelayanan kebidanan jg dpt digunakan untuk :
a. Menilai mutu pelayanan
b. Menyususn rencana diklat bidan
c. Pengembangan kurikulum pendidikan bidan
II. STANDAR PERSYARATAN MINIMAL
1. STANDART MASUKAN
a. Jenis tenaga
a.) Generalis (pelaksana)
b.) Spesialistik (pengelola)
c.) Konsultan
b. Fasilitas
Fasilitas yg mendukung terlaksananya pelayanan kebidanan sesuai standart
a.) Peralatan
b.) Tempat
c. Kebijakan
a.) Pratap
b.)Petunjuk pelaksanaan
2. STANDAR LINGKUNGAN
a. Kebersihan
b. Proses kerja
c. Tata letak
d. Kedisiplinan
e. Keramahan
3. STANDAR PROSES
a. Proses asuhan (S.O.A.P)
b. Standart praktik profesional
c. Kode etik
III. STANDAR MUTU PELAYANAN KEBIDANAN
Ruang lingkup standar pelayanan kebidanan meliputi 24 standar yaitu:
A. Standar pelayanan umum
Standar 1
Persiapan untuk hidup keluarga sehat
Standar 2
Pemcatatan dan pelaporan
B. Standar pelayanan antenatal
Standar 3
Identifikasi ibu hamil
Standar 4
Pemeriksaan dan pemantauan
standar 5
palpasi abdominal
standar 6
pngelolaan anemia pada kehamilan
standar 7
pengelolaan dini hipertensi pd khmlan
standar 8
persiapan persalinan
C. Standar pertolongan persalinan
standar 9
asuhan persalinan kala I
standar 10
persalinan kala II yg aman
standar 11
pentlaksnanan aktif persalinan kala II
standar 12
pnganan kala II dgn gwt jnin mll opisiotomi
D. Standar pelayanan nifas
standar 13
perawatan bayi baru lahir
standar 14
penanganan pd 2 jm stlh persalinan
standar 15
pelayanan bg ibu dan bayi pd masa nifas
E. Standar penanganan kegawatan obstetric dan neonatal
Standar penanganan kegawatan obstetri dan neonatal
standar 16
penanganan perdarahan dlm khmlan pd trimester III
standar 17
penanganan kegawatan pada eklamsi
standar 18
penangannan kegawatan (ada partus lama/macet)
standar 19
persaliana dgn penggunaan vacum eklaktar
standar 20
penangan retensio plasenta
standar 21
penanganan pendarahan post partum primer
standar 22
penanganan pendrahan post partum sekunder
standar 23
penanganan sepsis puerperalis
standar 24
penangan asfiksia neonatorum
1. PENGERTIAN
Norma dan tingkat kinerja yang diperlukan untuk mencapai hasil yang dinginkan
2. .SYARAT STANDART
a. Dapat diobservasi dan diukur
b. Realistik
c. Mudah dilakukan dan dibutuhkan
3. PENGENALAN STANDART PELAYANAN KEBIDANAN
Standart pelayanan kebidanan digunakan untuk menentukan kompetensi yg diperlukan bidan dlm menjalankan praktik sehari-hari. Standart pelayanan kebidanan jg dpt digunakan untuk :
a. Menilai mutu pelayanan
b. Menyususn rencana diklat bidan
c. Pengembangan kurikulum pendidikan bidan
II. STANDAR PERSYARATAN MINIMAL
1. STANDART MASUKAN
a. Jenis tenaga
a.) Generalis (pelaksana)
b.) Spesialistik (pengelola)
c.) Konsultan
b. Fasilitas
Fasilitas yg mendukung terlaksananya pelayanan kebidanan sesuai standart
a.) Peralatan
b.) Tempat
c. Kebijakan
a.) Pratap
b.)Petunjuk pelaksanaan
2. STANDAR LINGKUNGAN
a. Kebersihan
b. Proses kerja
c. Tata letak
d. Kedisiplinan
e. Keramahan
3. STANDAR PROSES
a. Proses asuhan (S.O.A.P)
b. Standart praktik profesional
c. Kode etik
III. STANDAR MUTU PELAYANAN KEBIDANAN
Ruang lingkup standar pelayanan kebidanan meliputi 24 standar yaitu:
A. Standar pelayanan umum
Standar 1
Persiapan untuk hidup keluarga sehat
Standar 2
Pemcatatan dan pelaporan
B. Standar pelayanan antenatal
Standar 3
Identifikasi ibu hamil
Standar 4
Pemeriksaan dan pemantauan
standar 5
palpasi abdominal
standar 6
pngelolaan anemia pada kehamilan
standar 7
pengelolaan dini hipertensi pd khmlan
standar 8
persiapan persalinan
C. Standar pertolongan persalinan
standar 9
asuhan persalinan kala I
standar 10
persalinan kala II yg aman
standar 11
pentlaksnanan aktif persalinan kala II
standar 12
pnganan kala II dgn gwt jnin mll opisiotomi
D. Standar pelayanan nifas
standar 13
perawatan bayi baru lahir
standar 14
penanganan pd 2 jm stlh persalinan
standar 15
pelayanan bg ibu dan bayi pd masa nifas
E. Standar penanganan kegawatan obstetric dan neonatal
Standar penanganan kegawatan obstetri dan neonatal
standar 16
penanganan perdarahan dlm khmlan pd trimester III
standar 17
penanganan kegawatan pada eklamsi
standar 18
penangannan kegawatan (ada partus lama/macet)
standar 19
persaliana dgn penggunaan vacum eklaktar
standar 20
penangan retensio plasenta
standar 21
penanganan pendarahan post partum primer
standar 22
penanganan pendrahan post partum sekunder
standar 23
penanganan sepsis puerperalis
standar 24
penangan asfiksia neonatorum
diabetes militus
1 Pengertian Diabetes Mellitus.
Menurut Rusli Lutan(2000), diabetes ialah kondisi dimana tubuh tidak dapat memproses secara tepat makanan karbohidrat. Insulin yang dihasikan oleh penkreas dibutuhkan tubuh untuk memproses glukosa, yaitu gula yang dibutuhkan tubuh sebagai energi. Jika tubuh tidak dapat memproduksi atau menggunakan insulin dengan benar, maka tubuh dapat menampung terlalu banyak atau terlalu sedikit gula dalam darah. Tanpa adanya insulin, glukosa bertumpuk dalam peredaran darah sampai dilepaskan oleh ginjal, dan sebagai gantinya glukosa tidak dapat masuk kedalam sel yang menggunakan lemak untuk menyuplai energi tetapi proses ini menghasilkan racun bawaan (toxic bi-product) yang disebut ketones (Lutan Rusli, 2000).
Hasil penelitian epidemiologi di Jakarta beberapa waktu lalu membuktikan adanya peningkatan prevalensi diabetes melitus dari 1,7 % pada 1982 menjadi 5,7% tahun 1993, yang disusul pada 2001 di Depok (sub-urban Jakarta) menjadi 14,7%. Peningkatan prevalensi diabetes melitus juga terjadi di Makassar yang meningkat dari 1,5 % pada 1981 menjadi 2,9 % tahun 1998 dan 12,5 pada 2005.
Pada 2005, daerah semi-urban seperti Sumatera Barat melaporkan prevalensi diabetes mellitus sebesar 5,1% dan Pekajangan (Jawa Tengah) 9,2%. Bali telah meneliti prevalensi beberapa daerah rural dengan hasil antara 3,9-7,2% pada 2004 dan Singaparna tahun 1995 tercatat 1,1%.
WHO memperkirakan, prevalensi global diabetes melitus tipe 2 akan meningkat dari 171 juta orang pada 2000 menjadi 366 juta tahun 2030. Indonesia berada di urutan ke-4 terbanyak kasus diabetes di dunia. Beberapa waktu lalu, International Diabetes Federation (IDF) menyatakan, tahun 2003 terdapat 194 juta orang terkena diabetes.
Pada 2030 akan terdapat lebih dari 82 juta orang berumur di atas 64 tahun dengan diabetes di negara sedang berkembang, di negara maju hanya 48 juta orang, dan secara global diperkirakan 333 juta orang menderita diabetes.
Hasil penelitian epidemiologi di Jakarta beberapa waktu lalu membuktikan adanya peningkatan prevalensi diabetes melitus dari 1,7 % pada 1982 menjadi 5,7% tahun 1993, yang disusul pada 2001 di Depok (sub-urban Jakarta) menjadi 14,7%. Peningkatan prevalensi diabetes melitus juga terjadi di Makassar yang meningkat dari 1,5 % pada 1981 menjadi 2,9 % tahun 1998 dan 12,5 pada 2005.
Pada 2005, daerah semi-urban seperti Sumatera Barat melaporkan prevalensi diabetes mellitus sebesar 5,1% dan Pekajangan (Jawa Tengah) 9,2%. Bali telah meneliti prevalensi beberapa daerah rural dengan hasil antara 3,9-7,2% pada 2004 dan Singaparna tahun 1995 tercatat 1,1%.
WHO memperkirakan, prevalensi global diabetes melitus tipe 2 akan meningkat dari 171 juta orang pada 2000 menjadi 366 juta tahun 2030. Indonesia berada di urutan ke-4 terbanyak kasus diabetes di dunia. Beberapa waktu lalu, International Diabetes Federation (IDF) menyatakan, tahun 2003 terdapat 194 juta orang terkena diabetes.
Pada 2030 akan terdapat lebih dari 82 juta orang berumur di atas 64 tahun dengan diabetes di negara sedang berkembang, di negara maju hanya 48 juta orang, dan secara global diperkirakan 333 juta orang menderita diabetes.
2 Tanda dan Simptom
menurut Rusli Lutan (2000), tanda awal dari diabetes mellitus pada anak-anak yaitu rasa lapar dan sering ngompol (buang air besar) sehingga terjadi dehidrasi. Gejala lain yang segera muncul yakni:
• Kehilangan berat badan dan energi yang tiba-tiba,
• Nafas berbau manis karena adanya ketones.
• Mual-mual, muntah dan mengantuk,
• Ketahanan terhadap penyakit dan infeksi serta cedera menurun,
• Banyaknya kandungan glukosa dalam urine (air kencing), yang ketahuan dari tes diagnosis.
3 Macam Diabetes Mellitus.
a. Diabetes Mellitus Tipe 1
Diabetes mellitus (DM) tipe 1 terjadi ketika tubuh tidak memproduksi insulin tanpa penyebab yang jelas. Biasanya gejalanya dimulai ketika seseorang masih kecil atau bahkan sejak lahir. Oleh karena itu pengobatan diabetes mellitus (DM) tipe 1 biasanya menerapkan perawatan suntikan insulin untuk mengkompensasi penkreas yang tidak bekerja dengan baik. Penkreas adalah organ yang memproduksi insulin didalam tubuh.
Ciri-ciri dari penderita DM tipe 1 yaitu kurus, usia muda, mutlak membutuhkan insulin.
b. Diabetes Mellitus Tipe 2
Diabetes mellitus tipe 2 adalah keadaan dimana pankreas tidak memproduksi insulin yang cukup atau tubuh memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup tetapi tidak mampu menggunakannya. Banyak orang yang tidak sadar dirinya mengidap diabetes mellitus tipe 2 dan sekitar 60.000 kasus didiagnosis setiap tahunnya.
Ciri-ciri : gemuk, dewasa, tidak mutlak membutuhkan insulin
c. DM pada kehamilan
d. DM tipe lain
menurut Rusli Lutan (2000), tanda awal dari diabetes mellitus pada anak-anak yaitu rasa lapar dan sering ngompol (buang air besar) sehingga terjadi dehidrasi. Gejala lain yang segera muncul yakni:
• Kehilangan berat badan dan energi yang tiba-tiba,
• Nafas berbau manis karena adanya ketones.
• Mual-mual, muntah dan mengantuk,
• Ketahanan terhadap penyakit dan infeksi serta cedera menurun,
• Banyaknya kandungan glukosa dalam urine (air kencing), yang ketahuan dari tes diagnosis.
3 Macam Diabetes Mellitus.
a. Diabetes Mellitus Tipe 1
Diabetes mellitus (DM) tipe 1 terjadi ketika tubuh tidak memproduksi insulin tanpa penyebab yang jelas. Biasanya gejalanya dimulai ketika seseorang masih kecil atau bahkan sejak lahir. Oleh karena itu pengobatan diabetes mellitus (DM) tipe 1 biasanya menerapkan perawatan suntikan insulin untuk mengkompensasi penkreas yang tidak bekerja dengan baik. Penkreas adalah organ yang memproduksi insulin didalam tubuh.
Ciri-ciri dari penderita DM tipe 1 yaitu kurus, usia muda, mutlak membutuhkan insulin.
b. Diabetes Mellitus Tipe 2
Diabetes mellitus tipe 2 adalah keadaan dimana pankreas tidak memproduksi insulin yang cukup atau tubuh memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup tetapi tidak mampu menggunakannya. Banyak orang yang tidak sadar dirinya mengidap diabetes mellitus tipe 2 dan sekitar 60.000 kasus didiagnosis setiap tahunnya.
Ciri-ciri : gemuk, dewasa, tidak mutlak membutuhkan insulin
c. DM pada kehamilan
d. DM tipe lain
4 Faktor penyebab Diabetes Mellitus
Faktor resiko diabetes mellitus tipe 1 masih belum diketahui dengan jelas. Sedangkan untuk diabetes mellitus tipe 2 disebabkan oleh banyak hal seperti:
Umur, usia 40 tahun keatas lebih beresiko untuk terkena diabetes mellitus.Obesitas atau berat badan berlebih, khususnya lemak perut.Gaya hidup terlalu pasif (duduk seharian, jarang berolahraga dan kurang tidur).
5 Pencegahan Diabetes Mellitus
Pemberian Air Susu Ibu dapat mencegah resiko diabetes mellitus tipe 1 dan DM tipe 2 minimal sampai umur 4 bulan..Pengaturan pola makan atau diet yang sehat untuk menjaga berat tubuh yang stabil.Batasi jumlah lemak jenuh dan lemak trans di dalam pola makan.Perbanyaklah makanan berserat atau fiber dan biji-bijian(Konsumsi sayuran dan buah-buahan).Konsumsi makanan mengandung magnesium juga berperan penting dapat mencegah diabetes mellitus tipe 2.Konsumsilah makanan dengan glycemic inddx yang rendah namun bernutrisi tinggi.Hindari menonton televisi atau menggunakan komputer terlalu lama.Meskipun menkonsumsi alcohol sangat tidak dianjurkan, namun menurut American Diabetes Assosiation, mengkomsumsi maksimal 30 ml alcohol perhari (sesuai dengan berat badan) dapat mengurangi diabetes mellitus.
Hindari merokok dan pengaruh asapnya. Hindari mengkonsumsiv makanan yang manis-manis(Jangan mengonsumsi permen, coklat, atau snack dengan kandungan. garam yang tinggi). Hindari makanan siap saji dengan kandungan kadar karbohidrat dan lemak tinggi.
Selalu mengontrol tekanan darah secara berkala.Berolahragalah yang cukup minimal 2,5 jam dalam seminggu. Tidak perlu terlalu berat, olahraga jalan cepat saja sudah cukup.
Makanlah aneka ragam makanan
Tidak ada satupun jenis makanan yang mengandung semua zat gizi yang mampu membuat seseorang untuk hidup sehat dan produktif. Oleh karena itu setiap orang termasuk penyandang DM perlu mengonsumsi aneka ragam makanan. Makan makanan yang beraneka ragam akan menjamin terpenuhinya kecukupan sumber zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur.
Pemberian Air Susu Ibu dapat mencegah resiko diabetes mellitus tipe 1 dan DM tipe 2 minimal sampai umur 4 bulan..Pengaturan pola makan atau diet yang sehat untuk menjaga berat tubuh yang stabil.Batasi jumlah lemak jenuh dan lemak trans di dalam pola makan.Perbanyaklah makanan berserat atau fiber dan biji-bijian(Konsumsi sayuran dan buah-buahan).Konsumsi makanan mengandung magnesium juga berperan penting dapat mencegah diabetes mellitus tipe 2.Konsumsilah makanan dengan glycemic inddx yang rendah namun bernutrisi tinggi.Hindari menonton televisi atau menggunakan komputer terlalu lama.Meskipun menkonsumsi alcohol sangat tidak dianjurkan, namun menurut American Diabetes Assosiation, mengkomsumsi maksimal 30 ml alcohol perhari (sesuai dengan berat badan) dapat mengurangi diabetes mellitus.
Hindari merokok dan pengaruh asapnya. Hindari mengkonsumsiv makanan yang manis-manis(Jangan mengonsumsi permen, coklat, atau snack dengan kandungan. garam yang tinggi). Hindari makanan siap saji dengan kandungan kadar karbohidrat dan lemak tinggi.
Selalu mengontrol tekanan darah secara berkala.Berolahragalah yang cukup minimal 2,5 jam dalam seminggu. Tidak perlu terlalu berat, olahraga jalan cepat saja sudah cukup.
Makanlah aneka ragam makanan
Tidak ada satupun jenis makanan yang mengandung semua zat gizi yang mampu membuat seseorang untuk hidup sehat dan produktif. Oleh karena itu setiap orang termasuk penyandang DM perlu mengonsumsi aneka ragam makanan. Makan makanan yang beraneka ragam akan menjamin terpenuhinya kecukupan sumber zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur.
- Sumber zat tenaga
antara lain beras, jagung, gandum, ubi kayu, ubi jalar, kentang, sagu dan mie. Minyak, margain dan santan yang mengandung lemak juga menghasilkan tenaga. Makanan sumber tenaga menunjang aktivitas sehari-hari. - Sumber zat pembangun.
Makanan sumber zat pembangun yang berasal dari bahan makanan nabati adalah kacang-kacangan, tempe, tahu. Sumber yang berasal dari hewan adalah telur, ikan, ayam, daging, susu, serta hasil olahannya seperti keju. Zat pembangun berperan sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan seseorang. - Sumber zat pengatur
adalah semua sayur-sayuran dan buah-buahan. Makanan ini mengandung berbagai vitamin dan mineral yang berperan untuk melancarkan bekerjanya fungsi organ?organ tubuh.
Keanekaragaman makanan dalam hidangan sehari-hari yang dikonsumsi harus berasal dari makanan sumber zat tenaga, pembangun dan pengatur. Setiap kali makan baik makan siang maupun makan malam sebaiknya hidangan terdiri dari makanan pokok, lauk pauk, sayuran dan buah.
Makanlah untuk memenuhi kecukupan energi (capai dan pertahankan berat badan normal)
Agar dapat melaksanakan kegiatan sehari-hari, seperti bekerja, belajar, berolahraga dan kegiatan lain, setiap orang perlu makan makanan yang cukup enegi, tidak kekurangan dan tidak berlebihan. Kecukupan energi ditandai dengan berat badan yang normal. Oleh karena itu, capai dan pertahankan berat badan yang normal.
Kelebihan gizi terutama makanan tinggi lemak dan rendah karbohidrat dapat menimbulkan kegemukan yang berujung timbulnya DM. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penurunan berat badan sedang pada orang gemuk dan kemudian dipertahankan dapat menurunkan risiko timbulnya DM tipe 2.
Mempertahankan berat badan normal/ideal sesuai dengan umur dan tinggi badan diperlukan untuk pencegahan DM. Peningkatan aktivitas fisik dan mengurangi makan adalah cara yang baik untuk penurunan berat badan.
Kebutuhan energi seseorang bergantung pada usia, jenis kelamin, berat badan, tinggi badan dan kegiatan fisik, keadaan penyakit dan pengobatannya.
Makanlah makanan sumber karbohidrat, sebagian dari kebutuhan energi (pilihlah karbohidrat kompleks dan serat, batasi karbohidrat sederhana yang (refined)
Terdapat 3 kelompok karbohidrat yaitu kompleks, sederhana dan serat.
Makanlah untuk memenuhi kecukupan energi (capai dan pertahankan berat badan normal)
Agar dapat melaksanakan kegiatan sehari-hari, seperti bekerja, belajar, berolahraga dan kegiatan lain, setiap orang perlu makan makanan yang cukup enegi, tidak kekurangan dan tidak berlebihan. Kecukupan energi ditandai dengan berat badan yang normal. Oleh karena itu, capai dan pertahankan berat badan yang normal.
Kelebihan gizi terutama makanan tinggi lemak dan rendah karbohidrat dapat menimbulkan kegemukan yang berujung timbulnya DM. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penurunan berat badan sedang pada orang gemuk dan kemudian dipertahankan dapat menurunkan risiko timbulnya DM tipe 2.
Mempertahankan berat badan normal/ideal sesuai dengan umur dan tinggi badan diperlukan untuk pencegahan DM. Peningkatan aktivitas fisik dan mengurangi makan adalah cara yang baik untuk penurunan berat badan.
Kebutuhan energi seseorang bergantung pada usia, jenis kelamin, berat badan, tinggi badan dan kegiatan fisik, keadaan penyakit dan pengobatannya.
Makanlah makanan sumber karbohidrat, sebagian dari kebutuhan energi (pilihlah karbohidrat kompleks dan serat, batasi karbohidrat sederhana yang (refined)
Terdapat 3 kelompok karbohidrat yaitu kompleks, sederhana dan serat.
- Karbohidrat Kompleks (tepung-tepungan)
makanan sumber karbohidrat kompleks adalah padi-padian (beras, jagung, gandum), umbi-umbian (singkong, ubi jalar, kentang), sagu dll. Makanan tersebut mengandung zat gizi lain selain karbohidrat.
Proses pencernaan dan penyerapan karbohidrat kompleks di dalam tubuh berlangsung lebih lama dari karbohidrat sederhana, sehingga dengan mengonsumsi karbohidrat kompleks, orang tidak segera lapar. - Karbohidrat Sederhana
karbohidrat sederhana alamiah tedapat pada buah, sayuran dan susu. Bahan makanan tesebut selain mengandung karbohidrat, mengandung zat gizi lain yang sangat bemanfaat.seperti gula, madu, sirup, bolu, selai, dll
Menurut penelitian, tidak ada hubungan langsung antara asupan gula dengan timbulnya DM tipe 2. Namun, demikian, makanan dengan kandungan gula tinggi sering juga mengandung lemak yang tinggi sehingga dapat mengakibatkan kegemukan. - Serat
Serat adalah bagian karbohidrat yang tak dapat dicerna. terdapat pada buah, sayuran, padi-padian dan produk sereal. Susu, daging dan lemak tidak mengandung serat.
Serat terdiri dari 2 jenis yaitu serat larut (pembentuk gel) seperti pectin dan guargum serta serat tidak larut seperti selulose dan bran. terdapat pada padi-padian, kacang-kacangan, tempe, sayuran serta buah. Makan cukup serat memberikan keuntungan sebagai berikut:
1. perasaan kenyang dan puas yang membantu mengendalikan nafsu makan dan penurunan berat.
2. Makanan tinggi serat biasanya rendah kalori
3. Membantu buang air besar secara teratur
4. Menurunkan kadar lemak darah yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung yaitu kolesterol dan trigliserida darah.
Batasi konsumsi lemak, minyak dan santan sampai seperempat kecukupan energi
Lemak dan minyak dalam makanan berguna untuk memenuhi kebutuhan energi, membantu penyerapan vitamin A, D, E dan K serta menambah lezatnya makanan.
Kebiasaan mengonsumsi lemak hewani berlebihan dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah arteri dan penyakit jantung koroner. Membiasakan makan ikan dapat mengurangi risiko menderita penyakit jantung koroner karena lemak ikan mengandung asam lemak omega-3.
Mengurangi asupan lemak, terutama lemak jenuh dapat menurunkan risiko DM. Beberapa contoh sumber asupan lemak jenuh adalah makanan yang dimasak dengan banyak minyak, mentega ataupun santan, lemak hewan, susu penuh (whole milk) dan cream.
Gunakan garam beryodium
Konsumsi natrium dalam garam dapur (natrium klorida) yang belebihan dapat memicu terjadinya penyakit darah tinggi. Anjuran asupan natrium untuk penduduk biasanya tidak lebih dari 3000 mg perhari yaitu kira-kira 1 sendok teh yang digunakan dalam memasak.
Berikan ASI saja pada bayi minimal sampai umur 4 bulan.
ASI adalah makan terbaik untuk bayi. Pada usia 0-4 bulan, bayi cukup diberi ASI (ASI eksklusif) karena ASI pada periode tersebut sudah mencukupi kebutuhan bayi untuk tumbuh kembang yang sehat.
Kurang gizi selama awal kehidupan atau bahkan saat di dalam kandungan juga memainkan peranan penting pada timbulnya DM tipe 2 di kemudian hari setelah dewasa, melalui mekanisme resistensi insulin.
Lakukan kegiatan fisik dan olahraga secara teratur
olahraga harus dilakukan secara teratur. Macam dan takaran olahraga berbeda menurut usia, jenis kelamin, jenis pekerjaan dan kondisi kesehatan. Apabila pekerjaan sehari-hari seseorang kurang memungkinkan gerak fisik, upayakan berolahraga secara teratur atau melakukan kegiatan lain yang setara.Kegiatan lain yang bisa dilakukan seperti membiasakan diri naik tangga 2-6 lantai yang secara bertahap dan teratur, walaupun di tempat itu tersedia lift. Kurang gerak atau hidup santai merupakan faktor pencetus diabetes.
Lemak dan minyak dalam makanan berguna untuk memenuhi kebutuhan energi, membantu penyerapan vitamin A, D, E dan K serta menambah lezatnya makanan.
Kebiasaan mengonsumsi lemak hewani berlebihan dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah arteri dan penyakit jantung koroner. Membiasakan makan ikan dapat mengurangi risiko menderita penyakit jantung koroner karena lemak ikan mengandung asam lemak omega-3.
Mengurangi asupan lemak, terutama lemak jenuh dapat menurunkan risiko DM. Beberapa contoh sumber asupan lemak jenuh adalah makanan yang dimasak dengan banyak minyak, mentega ataupun santan, lemak hewan, susu penuh (whole milk) dan cream.
Gunakan garam beryodium
Konsumsi natrium dalam garam dapur (natrium klorida) yang belebihan dapat memicu terjadinya penyakit darah tinggi. Anjuran asupan natrium untuk penduduk biasanya tidak lebih dari 3000 mg perhari yaitu kira-kira 1 sendok teh yang digunakan dalam memasak.
Berikan ASI saja pada bayi minimal sampai umur 4 bulan.
ASI adalah makan terbaik untuk bayi. Pada usia 0-4 bulan, bayi cukup diberi ASI (ASI eksklusif) karena ASI pada periode tersebut sudah mencukupi kebutuhan bayi untuk tumbuh kembang yang sehat.
Kurang gizi selama awal kehidupan atau bahkan saat di dalam kandungan juga memainkan peranan penting pada timbulnya DM tipe 2 di kemudian hari setelah dewasa, melalui mekanisme resistensi insulin.
Lakukan kegiatan fisik dan olahraga secara teratur
olahraga harus dilakukan secara teratur. Macam dan takaran olahraga berbeda menurut usia, jenis kelamin, jenis pekerjaan dan kondisi kesehatan. Apabila pekerjaan sehari-hari seseorang kurang memungkinkan gerak fisik, upayakan berolahraga secara teratur atau melakukan kegiatan lain yang setara.Kegiatan lain yang bisa dilakukan seperti membiasakan diri naik tangga 2-6 lantai yang secara bertahap dan teratur, walaupun di tempat itu tersedia lift. Kurang gerak atau hidup santai merupakan faktor pencetus diabetes.
Langganan:
Postingan (Atom)