Rabu, 08 Februari 2012

diabetes militus


1 Pengertian Diabetes Mellitus.
Menurut Rusli Lutan(2000), diabetes ialah kondisi dimana tubuh tidak dapat memproses secara tepat makanan karbohidrat. Insulin yang dihasikan oleh penkreas dibutuhkan tubuh untuk memproses glukosa, yaitu gula yang dibutuhkan tubuh sebagai energi. Jika tubuh tidak dapat memproduksi atau menggunakan insulin dengan benar, maka tubuh dapat menampung terlalu banyak atau terlalu sedikit gula dalam darah. Tanpa adanya insulin, glukosa bertumpuk dalam peredaran darah sampai dilepaskan oleh ginjal, dan sebagai gantinya glukosa tidak dapat masuk kedalam sel yang menggunakan lemak untuk menyuplai energi tetapi proses ini menghasilkan racun bawaan (toxic bi-product) yang disebut ketones (Lutan Rusli, 2000).
Hasil penelitian epidemiologi di Jakarta beberapa waktu lalu membuktikan adanya peningkatan prevalensi diabetes melitus dari 1,7 % pada 1982 menjadi 5,7% tahun 1993, yang disusul pada 2001 di Depok (sub-urban Jakarta) menjadi 14,7%. Peningkatan prevalensi diabetes melitus juga terjadi di Makassar yang meningkat dari 1,5 % pada 1981 menjadi 2,9 % tahun 1998 dan 12,5 pada 2005.
Pada 2005, daerah semi-urban seperti Sumatera Barat melaporkan prevalensi diabetes mellitus sebesar 5,1% dan Pekajangan (Jawa Tengah) 9,2%. Bali telah meneliti prevalensi beberapa daerah rural dengan hasil antara 3,9-7,2% pada 2004 dan Singaparna tahun 1995 tercatat 1,1%.
WHO memperkirakan, prevalensi global diabetes melitus tipe 2 akan meningkat dari 171 juta orang pada 2000 menjadi 366 juta tahun 2030. Indonesia berada di urutan ke-4 terbanyak kasus diabetes di dunia. Beberapa waktu lalu, International Diabetes Federation (IDF) menyatakan, tahun 2003 terdapat 194 juta orang terkena diabetes.
Pada 2030 akan terdapat lebih dari 82 juta orang berumur di atas 64 tahun dengan diabetes di negara sedang berkembang, di negara maju hanya 48 juta orang, dan secara global diperkirakan 333 juta orang menderita diabetes.




2 Tanda dan Simptom
menurut Rusli Lutan (2000), tanda awal dari diabetes mellitus pada anak-anak yaitu rasa lapar dan sering ngompol (buang air besar) sehingga terjadi dehidrasi. Gejala lain yang segera muncul yakni:
• Kehilangan berat badan dan energi yang tiba-tiba,
• Nafas berbau manis karena adanya ketones.
• Mual-mual, muntah dan mengantuk,
• Ketahanan terhadap penyakit dan infeksi serta cedera menurun,
• Banyaknya kandungan glukosa dalam urine (air kencing), yang ketahuan dari tes diagnosis.

3 Macam Diabetes Mellitus.
a. Diabetes Mellitus Tipe 1
Diabetes mellitus (DM) tipe 1 terjadi ketika tubuh tidak memproduksi insulin tanpa penyebab yang jelas. Biasanya gejalanya dimulai ketika seseorang masih kecil atau bahkan sejak lahir. Oleh karena itu pengobatan diabetes mellitus (DM) tipe 1 biasanya menerapkan perawatan suntikan insulin untuk mengkompensasi penkreas yang tidak bekerja dengan baik. Penkreas adalah organ yang memproduksi insulin didalam tubuh.
Ciri-ciri dari penderita DM tipe 1 yaitu kurus, usia muda, mutlak membutuhkan insulin.
b. Diabetes Mellitus Tipe 2
Diabetes mellitus tipe 2 adalah keadaan dimana pankreas tidak memproduksi insulin yang cukup atau tubuh memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup tetapi tidak mampu menggunakannya. Banyak orang yang tidak sadar dirinya mengidap diabetes mellitus tipe 2 dan sekitar 60.000 kasus didiagnosis setiap tahunnya.
Ciri-ciri : gemuk, dewasa, tidak mutlak membutuhkan insulin
c. DM pada kehamilan
d. DM tipe lain
 
4 Faktor penyebab Diabetes Mellitus
Faktor resiko diabetes mellitus tipe 1 masih belum diketahui dengan jelas. Sedangkan untuk diabetes mellitus tipe 2 disebabkan oleh banyak hal seperti:
 Umur, usia 40 tahun keatas lebih beresiko untuk terkena diabetes mellitus.Obesitas atau berat badan berlebih, khususnya lemak perut.Gaya hidup terlalu pasif (duduk seharian, jarang berolahraga dan kurang tidur).

5 Pencegahan Diabetes Mellitus
Pemberian Air Susu Ibu dapat mencegah resiko diabetes mellitus tipe 1 dan DM tipe 2 minimal sampai umur 4 bulan..Pengaturan pola makan atau diet yang sehat untuk menjaga berat tubuh yang stabil.Batasi jumlah lemak jenuh dan lemak trans di dalam pola makan.Perbanyaklah makanan berserat atau fiber dan biji-bijian(Konsumsi sayuran dan buah-buahan).Konsumsi makanan mengandung magnesium juga berperan penting dapat mencegah diabetes mellitus tipe 2.Konsumsilah makanan dengan glycemic inddx yang rendah namun bernutrisi tinggi.Hindari menonton televisi atau menggunakan komputer terlalu lama.Meskipun menkonsumsi alcohol sangat tidak dianjurkan, namun menurut American Diabetes Assosiation, mengkomsumsi maksimal 30 ml alcohol perhari (sesuai dengan berat badan) dapat mengurangi diabetes mellitus.
 Hindari merokok dan pengaruh asapnya. Hindari mengkonsumsi
v makanan yang manis-manis(Jangan mengonsumsi permen, coklat, atau snack dengan kandungan. garam yang tinggi). Hindari makanan siap saji dengan kandungan kadar karbohidrat dan lemak tinggi.
 Selalu mengontrol tekanan darah secara berkala.Berolahragalah yang cukup minimal 2,5 jam dalam seminggu. Tidak perlu terlalu berat, olahraga jalan cepat saja sudah cukup.

Makanlah aneka ragam makanan
Tidak ada satupun jenis makanan yang mengandung semua zat gizi yang mampu membuat seseorang untuk hidup sehat dan produktif. Oleh karena itu setiap orang termasuk penyandang DM perlu mengonsumsi aneka ragam makanan. Makan makanan yang beraneka ragam akan menjamin terpenuhinya kecukupan sumber zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur.
  • Sumber zat tenaga
    antara lain beras, jagung, gandum, ubi kayu, ubi jalar, kentang, sagu dan mie. Minyak, margain dan santan yang mengandung lemak juga menghasilkan tenaga. Makanan sumber tenaga menunjang aktivitas sehari-hari.
  • Sumber zat pembangun.
    Makanan sumber zat pembangun yang berasal dari bahan makanan nabati adalah kacang-kacangan, tempe, tahu. Sumber yang berasal dari hewan adalah telur, ikan, ayam, daging, susu, serta hasil olahannya seperti keju. Zat pembangun berperan sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan seseorang.
  • Sumber zat pengatur
    adalah semua sayur-sayuran dan buah-buahan. Makanan ini mengandung berbagai vitamin dan mineral yang berperan untuk melancarkan bekerjanya fungsi organ?organ tubuh.
Keanekaragaman makanan dalam hidangan sehari-hari yang dikonsumsi harus berasal dari makanan sumber zat tenaga, pembangun dan pengatur. Setiap kali makan baik makan siang maupun makan malam sebaiknya hidangan terdiri dari makanan pokok, lauk pauk, sayuran dan buah.

 
Makanlah untuk memenuhi kecukupan energi (capai dan pertahankan berat badan normal)
Agar dapat melaksanakan kegiatan sehari-hari, seperti bekerja, belajar, berolahraga dan kegiatan lain, setiap orang perlu makan makanan yang cukup enegi, tidak kekurangan dan tidak berlebihan. Kecukupan energi ditandai dengan berat badan yang normal. Oleh karena itu, capai dan pertahankan berat badan yang normal.

Kelebihan gizi terutama makanan tinggi lemak dan rendah karbohidrat dapat menimbulkan kegemukan yang berujung timbulnya DM. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penurunan berat badan sedang pada orang gemuk dan kemudian dipertahankan dapat menurunkan risiko timbulnya DM tipe 2.

Mempertahankan berat badan normal/ideal sesuai dengan umur dan tinggi badan diperlukan untuk pencegahan DM. Peningkatan aktivitas fisik dan mengurangi makan adalah cara yang baik untuk penurunan berat badan.

Kebutuhan energi seseorang bergantung pada usia, jenis kelamin, berat badan, tinggi badan dan kegiatan fisik, keadaan penyakit dan pengobatannya.

 
Makanlah makanan sumber karbohidrat, sebagian dari kebutuhan energi (pilihlah karbohidrat kompleks dan serat, batasi karbohidrat sederhana yang (refined)
Terdapat 3 kelompok karbohidrat yaitu kompleks, sederhana dan serat.
  • Karbohidrat Kompleks (tepung-tepungan)
    makanan sumber karbohidrat kompleks adalah padi-padian (beras, jagung, gandum), umbi-umbian (singkong, ubi jalar, kentang), sagu dll. Makanan tersebut mengandung zat gizi lain selain karbohidrat.
    Proses pencernaan dan penyerapan karbohidrat kompleks di dalam tubuh berlangsung lebih lama dari karbohidrat sederhana, sehingga dengan mengonsumsi karbohidrat kompleks, orang tidak segera lapar.
  • Karbohidrat Sederhana
    karbohidrat sederhana alamiah tedapat pada buah, sayuran dan susu. Bahan makanan tesebut selain mengandung karbohidrat, mengandung zat gizi lain yang sangat bemanfaat.seperti gula, madu, sirup, bolu, selai, dll

    Menurut penelitian, tidak ada hubungan langsung antara asupan gula dengan timbulnya DM tipe 2. Namun, demikian, makanan dengan kandungan gula tinggi sering juga mengandung lemak yang tinggi sehingga dapat mengakibatkan kegemukan.
  • Serat
    Serat adalah bagian karbohidrat yang tak dapat dicerna. terdapat pada buah, sayuran, padi-padian dan produk sereal. Susu, daging dan lemak tidak mengandung serat.

    Serat terdiri dari 2 jenis yaitu serat larut (pembentuk gel) seperti pectin dan guargum serta serat tidak larut seperti selulose dan bran. terdapat pada padi-padian, kacang-kacangan, tempe, sayuran serta buah. Makan cukup serat memberikan keuntungan sebagai berikut:
1.     perasaan kenyang dan puas yang membantu mengendalikan nafsu makan dan penurunan berat.
2.     Makanan tinggi serat biasanya rendah kalori
3.     Membantu buang air besar secara teratur
4.     Menurunkan kadar lemak darah yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung yaitu kolesterol dan trigliserida darah.
 Batasi konsumsi lemak, minyak dan santan sampai seperempat kecukupan energi
Lemak dan minyak dalam makanan berguna untuk memenuhi kebutuhan energi, membantu penyerapan vitamin A, D, E dan K serta menambah lezatnya makanan.

Kebiasaan mengonsumsi lemak hewani berlebihan dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah arteri dan penyakit jantung koroner. Membiasakan makan ikan dapat mengurangi risiko menderita penyakit jantung koroner karena lemak ikan mengandung asam lemak omega-3.
Mengurangi asupan lemak, terutama lemak jenuh dapat menurunkan risiko DM. Beberapa contoh sumber asupan lemak jenuh adalah makanan yang dimasak dengan banyak minyak, mentega ataupun santan, lemak hewan, susu penuh (whole milk) dan cream.

 
Gunakan garam beryodium
Konsumsi natrium dalam garam dapur (natrium klorida) yang belebihan dapat memicu terjadinya penyakit darah tinggi. Anjuran asupan natrium untuk penduduk biasanya tidak lebih dari 3000 mg perhari yaitu kira-kira 1 sendok teh yang digunakan dalam memasak.

 Berikan ASI saja pada bayi minimal sampai umur 4 bulan.
ASI adalah makan terbaik untuk bayi. Pada usia 0-4 bulan, bayi cukup diberi ASI (ASI eksklusif) karena ASI pada periode tersebut sudah mencukupi kebutuhan bayi untuk tumbuh kembang yang sehat.
Kurang gizi selama awal kehidupan atau bahkan saat di dalam kandungan juga memainkan peranan penting pada timbulnya DM tipe 2 di kemudian hari setelah dewasa, melalui mekanisme resistensi insulin.

 
Lakukan kegiatan fisik dan olahraga secara teratur
olahraga harus dilakukan secara teratur. Macam dan takaran olahraga berbeda menurut usia, jenis kelamin, jenis pekerjaan dan kondisi kesehatan. Apabila pekerjaan sehari-hari seseorang kurang memungkinkan gerak fisik, upayakan berolahraga secara teratur atau melakukan kegiatan lain yang setara.Kegiatan lain yang bisa dilakukan seperti membiasakan diri naik tangga 2-6 lantai yang secara bertahap dan teratur, walaupun di tempat itu tersedia lift. Kurang gerak atau hidup santai merupakan faktor pencetus diabetes.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar