•PERDARAHAN PADA KEHAMILAN MUDA
Definisi
Perdarahan pada kehamilan muda adalah perdarahan pada kehamilan kurang dari 22 minggu.
Tanda/Gejala
1.Pada wanita dengan anemia,penyakit radang panggul(pelvic inflammatory disease,PID),gejala abortus atau keluhan nyeri perut yang tidak biasa,kemungkinan terjadi kehamilan ektopik.
2.Pada wanita usia reproduktif yang mengalami terlambat haid dan mempunyai satu atau lebih tanda seperti:perdarahan,kaku perut,pengeluaran sebagaian hasil konsepsi,dilatasi serviks atau uterus yang lebih kecil dari biasanya,kemungkinan terjadi abortus.
Diagnosa
1.Pikirkan kemungkinan abortus pada wanita usia reproduktif yang terlambat haid dan mempunyai satu atau lebih tanda:perdarahan,kaku perut,pengeluaran sebagai hasil konsepsi,serviks berdilatasi atau uterus lebih kecil dari usia kehamilan.
2.Pikirkan kemungkuninan kehamilan ektopik pada wanita dengan anenia,penyakit radang panggul,gejala abortus atau keluhan nyeri yang tidak biasa.
Intervensi
1.Lakukan penilaian secara cepat mengenai keadaan umum pasien,termasuk tanda-tandavital
2.Periksa tanda-tanda syok(pucat,berkeringat,pingsan,tekanan sistolik kurang dari 90 mm Hg,nadi lebih dari 112 kali permenit).
3.Jika dicurigai syok,lakukan penanganan
4.Jika pasien dalam keadaan syok,pikirkan kemungkinan kehamilan ektopik terganggu.
5.Pasang infus dengan jarum infus besar,berikan larutan garam fisiologis atau Ringer laktat dengan tetesan cepat(500 ml dalam 2 jam pertama)
ABORTUS
Definisi
Berakhirnya suatu kehamilan pada atau sebelum kehamilan tersebut berusia 20 minggu atau buah kehamilan belum mampu untuk hidup diluar kandungan.
ETIOLOGI
Pada kehamilan muda,abortus tidak jarang didahului oleh kematian mudigah. Sebaiknya,pada kehamilan lanjut,biasanya janin dikeluarkan dalam keadaan masih hidup. Kelainan pertumbuhan hasil konsepsi juga dapat menyebabkan kematian janin atau cacat. Kelainan berat dapat menyebabkan kematian mudigah pada hamil muda.
Faktor-faktor yang menyebabkan kelainan dalam pertumbuhan:
1.Kelainan kromosom
2.Lingkungan kurang sempurna
3.Pengaruh dari luar
4.Kelainan pada plasenta
5.Penyakit ibu
6.Kelainan truktus genitalis
7.Antagonis rhesus(Rh)
8.Terlalu cepatnya korpus lueteum menjadi atrofi atau faktor serviks,yaitu inkompetensia serviks,servisitis’
9.Perangsangan pada ibu yang menyebabkan uterus berkontraksi,misalnya ibu sangat terkejut,obat-obatan uterotonika,ketakutan,laporotomi, dan lain-lain atau dapat juga karena trauma langsung terhadap fetus;selaput janin rusak langsung karena instrumen,benda dan obat-obatan.
10.Penyakit bapak (umur lanjut),penyakit kronis(TBC,anemia,dekompensasi kordis,malnutrisi,nefritis,sifilis,keracunan,radiasi sinar ronsen,avitaminosis)
PEMERIKSAAN FISIK
1.Tanda vital (identifikasi tanda-tanda fisik)
2.Pada pemeriksaan ginekologik/obstertrik
3.Perhatikan adanya darah,jaringan,bau,rasa,nyeri,massa
•KEHAMILAN EKTOPIK TERGANGGU
Kehamilan terjadi karena adanya pertemuan antara sel ovum dan sel sperma yang disebut dengan konsepsi. Hasil konsepsi kemudian akan berimplantasi dalam kavum uterus dan normalnya terjadi pada dinding depan atau belakang fundus uteri. Jika hasil konsepsi berimplantasi di tempat yang tidak normal,akan mengganggu pertumbuhan janin.
Definisi
Kehamilan ektopik adalah kehamilan dengan implantasi terjadi di luar rongga uterus(panduaan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal,2001)
Frekuensi
Frekuensi kehamilan ektopik yang berulang adalah 1-14,6%
Etiologi
Penyebab kehamilan ektopik dapat diketahui dan dapat juga tidak,atau bahkan belum diketahui. Beberapa faktor penyebab kehamilan ektopik,meliputi faktor uterus,tuba,dan ovum.
1.Faktor uterus
2.Faktor tuba
3.Faktor ovum
Kehamilan Tuba
Dinding tuba merupakan lapisan luar dari kapsularis yang merupakan lapisan dari hasil konsepsi. Karena tuba tidak dan bukan merupakan tempat normal bagi kehamilan,sebagian besar kehamilan tuba akan terganggu pada umur 6-10 minggu kehamilan. Selain itu, hasil konsepsi dapat berakhir hal-hal seperti:
1.Mati dan kemudian ditesorpsi
2.Terjadi abortus tuba
3.Terjadi ruptur tuba
Kehamilan intramularis(interstitial)
Karena agak tebal,dinding interstitial tuba dapat menahan kehamilan. Sampai 4 bulan atau lebih,kadang kala sampai aterm. Jika pecah dapat menyebabkan perdarahan yang banyak dan keluarnya janin dari rongga perut.
Kehamilan Ismus
Dinding tuba disini lebih tipis, biasanya pada kehamilan 2-3 bulan sudah pecah.
Kehamilan Ampula dan Fimbria
Dapat terjadi ruptur pada kehamilan 1-2 bulan dan nasib hasil konsepsi sama dengan da atas.
Perubahan pada Uterus
Hormon-hormon kehamilan akan memberikan reaksi pada uterus,seperti pada kehamilan biasa. Oleh karena itu, akan tetap ditemui uterus yang bertambah besar dari biasa serta melunak,suplai darah yang bertanbah dan terbebtuknya desidua.
Jika hasil konsepsi dalam tuba mati ,desidua mengalami degenerasi.terkelupas dan berdarah kemudian keluar per vaginam yang disebut decidual cast. Jika gejala lain tidak ada,sering kali wanita disangka keguguran,bahkan dilakukan kuretase.
•MOLA HIDATIDOSA
Kehamilan mola adalah suatu kehamilan yang ditandai dengan hasil konsepsi yang tidak berkembang menjadi embrio setelah fertilisasi,namun terjadi proliferasi dari vili korialis disertai dengan degenerasi hidropik. Uterus melunak dan berkembang lebih cepat dari usia gestasi Normal,tidak dijumpai adanya janin, dan kavum uteri hanya terisi oleh jaringan seperti rangkaian buah anggur.
Jonjot-jonjot korion yang tumbuh berganda berupa gelembung-gelembung kecil yang mengandung banyak cairan sehingga menyerupai buah anggur atau mata ikan sehingga sering disebut hamil anggur atau mata ikan. Kelaian ini merupakan neoplasma trofoblas yang jinak.
Etiologi
Penyebab pasti mola hidatisoda tidak diketahui. Faktor – faktor penyebab kehamilan ini, meliputi:
1.Ovum: ovtm sudah patologis sehingga mati, namun terlambat dikeluarkan
2.Imunoselektif dari trofoblas
3.Keadaan sosio-ekonomiyang rendah
4.Paritas tinggi
5.Kekurangan protein
6.Infeksi virus dan faktor kromosom yang belum jelas.
Patologi
Jonjot – jonjot korion yang tumbuh berganda dan mengandung cairan merupakan kista – kista kecil seperti anggur. Biasanya di dalamnya tidak berisi embrio. Secara histopatologik, kadang – kadang ditemukan jaringan mola pada plasenta dengan bayi normal. Selain itu, dapat terjadi kehamilan ganda mola, yaitu satu janin tumbuh dan lainnya menjadi molahidatisoda. Gelembung mola besarnya bervariasi, mulai dari yang kecil sampai berdiameter lebih dari 1 cm. Mola parsialis diketahui jika dijumpai janin dan gelembung – gelembung mola.
Secara mikroskoik, terlihat trias yang mencakup:
1.Poliferasi dari trofoblas
2.Degenerasi hidropik dari stroma vili dan kesembapan
3.Terlambat atau hilangnya pembuluh darah dan stroma.
Sel - sel langans tampak seperti sel prolidral dengan inti terang dan adanya sel sinsisial giantik. Pada kasus mola, banyak kita jumpai ovarium dengan kista lutein ganda berdiameter 10 cm atau lebih. Kista lutein akan berangsur – angsur mengecil, kemudian hilang setelah mola hidatidosa sembuh.
Diagnosis dan Gejala
1.Anamnesis/keluhan
•Terdapat gejala – gejala hamil muda yang kadang – kadang lebih nyata dari kehamilan biasa.
•Kadangkala terdapat tanda toksemia gravidarum.
•Terdapat perdarahan sedikit atau banyak, tidak teratur, warna tengguli tua atau kecoklatan seperti bumbu rujak.
•Pembesaran uterus tidak sesuai dengan umur kehamilan (lebih besar) dengan tua kehamilan seharusnya.
•Keluar jaringan mola seperti buah anggur atau mata ikan (tidak selalu ada), yang merupakan diagnosis pasti.
2.Inspeksi
•Muka dan kadang – kadang badan kelihatan pucat kekuningan, yang disebut muka mola (mola face).
•Jika gelembung mola yang sudah keluar dapat dilihat jelas.
3.Palpasi
•Uterus membesar tidak sesuai dengan tuanya kehamian, terasa lembek.
•Tidak teraba bagian – bagian janin dan balotemen, juga gerakan janin.
•Adanya fenomena harmonica, yaitu darah dan gelembung mola keluar dan fundus uteri turun, lalu naik lagi karena terkumpulnya darah baru.
4.Auskultasi
•Tidak terdengar denyut jantung bayi.
•Terdengar bising dan bunyi khas.
5.Reaksi kehamilan: karena kadar HCG tinggi maka uji biologik dan uji imonologik akan positif setelah pengenceran.
6.Pemeriksaan dalam
•Pastikan besarnya rahim, rahim terasa lembek, tidak ada bagian – bagian janin, terdapat perdarahan dan jaringan dalam kanalis servikalis dan vagina sertabevaluasi keadaan serviks.
•Uji sonde: sonde dimasukkan pelan – pelan dan hati – hati ke dalam kanalis servikalis dan kavum uteri. Jika tidak ada tahanan, sonde diputar serta ditarik sedikit.
•NYERI PERUT PADA KEHAMILAN
Definisi Nyeri perut
1.Nyeri perut merupakan nyeri pada daeah perut
2.Nyeri memiliki dampak yang signifikan dalam kualitas hidup wanita, mengakibatkan letih, tegang atau depresi
3.Nyeri perut sering menjadi masalah wanita
4.Nyeri perut pada kehamilan kurang dari 22 minggu mungkin merupakan gejala utama kehamilan ektopik atau abortus
Penyebab nyeri perut
1.Kehamilan ektopik
2.Apendisitis
3.Torsi ovarium
4.Sistitis
5.Peritinitis
•PREEKLAMSIA
Definisi
Preeklamsia dan eklamsia merupakan kumpulan gejala yang timbul pada ibu hamil, bersalin, dan selama masa nifas, yang terdiri atas trias gejala, yaitu hipertensi, proteinuria, dan edema, kadang – kadang disertai konvulsi sampai koma. Ibu tersebut tidak menunjukkan tanda – tanda kelainan vaskular atau hipertensi sebelumnya.
Etiologi
Etiologi penyakit ini belum diketahui secara pasti. Teori yang terkenal sebagai penyebab preeklamsia adalah teori iskemia plasenta. Akan tetapi, teori ini belum dapat menerangkan semua hal yang berkaitan dengan preeklamsia. Teori yang diterima adalah yang dapat menerangkan hal – hal berikut:
1.Mengapa frekuensi menjadi tinggi pad primigravida, kehamilan ganda, hidramnion, dan mola hidatidosa.
2.Mengapa frekuensi bertambah seiring dengan tuanya kehamilan, umumnya pada tiwulan III.
3.Mengapa terjadi perbaikan keadaan penyakit, jika terjadi kematian janin dalam kandungan.
4.Mengapa frekuensi lebih rendah pada kehamilan berikutnya.
5.Penyebab timbulnya hipertensi, proteinuria,edema, dan konvulsi sampai koma.
Dengan demikian, jelaslah bahwa bukan hanya satu faktor, melainkan banyak faktor yang menyebabkan preeklamsia da eklamsia.
Faktor – faktor yang mempengaruhi terjadinya preeklamsia dan eklamsia adalah:
1.Jumlah primigravida, terutama terutama primigravida muda.
2.Distensi rahim yang berlebihan, seperti hidramnion, hamil ganda, mola hidatidosa.
3.Penyakit yang menyertai kehamilan, seperti diabetes melitus (DM), kegemukan.
4.Jumlah umur ibu diatas 35 tahun.
5.Preeklamsia berkisar antara 3% - 5% dari kehamilan yang dirawat.
Patofisiologi
1.Pada preeklamsia, terjadi spasme pembuluh darah disertai dengan retensi garam dan air.
2.Pada biopsi ginjal, ditemukan spasme hebat arteriola glomerulus.
3.Pada beberapa kasus, lumen arteriola sedemikian sempitnya sehingga hanya dapat dilalui oleh satu sel darah merah. Dengan demikian, jika semua arteriola dalam tubuh mengalami spasme, tekanan darah akan naik, dalam usaha mengatasi kenaikan tekanan perifer agar oksigenasi jaringan dapat dicukupi.
4.Kenaikan berat badan dan edema yang disebabkan oleh penimbunan air yang berlebihan dalam ruang interstitial, belum diketahui sebabnya, mungkin karena retensi air an garam.
5.Proteinuria dapat disebabkan oleh spasme arteriola sehingga terjadi perubahan pada glomerulus.
Terjadinya spasme pembuluh darah arteriol menuju organ penting dalam tubuh dapat menimbulkan gangguan sebagai berikut:
1.Gangguan metabolisme jaringan
•Terjadi metabolisme anaerobik lemak dan protein
•Pembakaran yang tidak sempurna menyebabkan pementukan badan keton dan asidosis
2.Gangguan peredaran darah dapat menimbulkan:
•Nekrosis (kematian jaringan)
•Perdarahan
•Edema jaringan
3.Mengecilnya aliran darah menuju sirkulasi retroplasenter menimbulkan ganguan pertukaran nutrisi, CO2 dan O2 yang menyebabkan asfiksia sampai kematian janin dalam rahim.
Perubahan pada Organ
Otak
1.Spasme pembuluh darah arteriol otak menyebabkan anemia jaringan otak, perdarahan, dan nekrosis.
2.Menimbulkan nyeri kepala yang hebat
Plasenta dan rahim
1.Spasme arteriol mendadak menyebabkan asfiksia berat sampai kematian janin.
2.Spasme yang berlangsung lama akan mengganggu pertumbuhan janin.
3.Terjadinya peningkatan tonus otot rahim dan kepekaannya terhadap rangsang sehingga terjadi partus prematurus.
Ginjal
1.Spasme pembuluh darah menyebabkan aliran darah ke ginjal menurun sehingga filtrasi glomerulus berkurang.
2.Filtrasi glomerulus dapat turun sampai 50% dari normal sehingga pada keadaan lanjut dapat terjadi oliguria dan anuria.
3.Penyerapan air dan garam tubulus tetap, terjadi retensi garam dan air.
4.Edema pada tungkai dan tangan, paru – paru,dan organ lain.
Paru
1.Dapat terjadi bronkopneumonia sampai abses.
2.Menimbulkan sesak napas sampai sianosis.
3.Kematian preeklamsia-eklamsia dapat disebabkan oleh edema paru yang menimbulkan dekompensasi kordis.
Mata
1.Terjadi spasme arteriol dan edema retina.
2.Pada eklamsia, dapat terjadi ablasio retina atau lepasnya plasenta. Hal ini karena edema intraokular merupakan salah satu indikasi terminasi kehamilan.
3.Gejala lain meliputi skotoma, diplopia, dan ambliopia yang disebabkan oleh adanya perubahan peredaran darah dalam pusat penglihatan di korteks serebri atau di dalal retina.
Hati
1.Perdarahan yang tidak teratur.
2.Terjadi nekrosis, trombosis pada lobus hati.
3.Rasa nyeri di epigastrium karena perdarahan subkapsular.
Jantung
1.Perubahan degenerasi lemak dan edema.
2.Perdarahan subendokardial.
3.Menimbulkan dekompensasi kordis sampai terhentinya fungsi jantung.
Pembuluh darah
1.Permeabilitas terhadap protein makin tinggi sehingga terjadi vasasi protein ke jaringan.
2.Protein ekstravaskular menarik air dan garam menimbulkan edema.
3.Hemokonsentrasi darah yang menyebabkan gangguan fungsi metabolisme tubuh dan trombosis.
Keseimbangan cairan dan elektrolit
1.Terjadinya perubahan pada metabolisme air, elektrolit, kristaloid, dan protein serum sehingga terjadi gangguan keseimbangan elektrolit.
2.Gula darah, kadar natrium bikarbonat, dan pH darah dalam batas normal.
3.Pada preeklamsia berat dan eklamsia, kadar gula darah naik sementara, asam laktat dan asam organik lainnya naik sehingga cadangan alkali turun. Keadaan ini disebabkan oleh kejang.
4.Setelah konvulsi selesai, zat – zat organik dioksidasi dan dilepaskan natrium, lalu bereaksi dengan karbonik sehingga terbentuk natrium bikarbonat. Dengan demikian, cadangan alkali dapat kembali pulih normal.
•EKLAMSIA
Definisi
Eklamsia adalah preeklamsia berat yang dilanjutkan dengan keadaan kejang dan/atau sampai koma.
1.Eklamsia gravidarum ( 50% )
2.Eklamsia parturien ( 40% )
3.Eklamsia puerperium ( 10% )
Insidensi eklamsia di negara berkembang berkisar antara 0,3% - 0,7%. Sebelum kejang, kondisi ini didahului dengan gejala subjektif, yaitu nyeri kepala di daerah frontal, nyeri epigastrium, penglihatan semakin kabur, dan terdapat mual muntah dan hasil pemeriksaan menunjukkan hiper-refleksia atau mudah terangsang.
Gejala
Serangan eklamsia dibagi ke dalam empat tingkatan, antara lain:
1.Stadium invasi (tingkat awal atau aura)
•Berlangsung 30 – 35 detik
•Tangan dan kelopak mata gemetar
• Mata terpaku dan terbuka dengan pandangan kosong
•Kepala diputar ke kanan dan ke kiri
2.Stadium kejang tonik
•Berlangsung sekitar 20 – 30 detik
•Seluruh tubuh kaku (wajah kaku, tangan menggemgam, dan kaki membengkok ke dalam, pernapasan berhenti, muka mulai kelihatan sianosis, lidah dapat tergigit).
3.Stadium kejang kronik
•Berlangsung 1 – 2 menit
•Kontraksi otot berlangsung cepat
•Mata melotot
•Mulut berbuih
•Muka kelihatan kongesti dan sianosis
•Setelah kejang klonik berhenti, penderita tidak sadar dan menarik napas seperti mendengkur.
4.Stadium koma
•Lamanya koma berlangsung beberapa menit sampai berjam – jam.
•Kadang – kadang di antara kesadaran, timbul serangan baru.
•HIPERTENSI ESENSIAL
Definisi
Hipertensi esensial adalah penyakit hipertensi yang mugkin disebabkan oleh faktor herediter serta dipengaruhi oleh faktor emosi dan lingkungan.
Diagnosis
Diagnosis hipertensis esensial terjadi jika tekanan darah 140/100 atau lebih, tanpa disertai gejala – gejala preeklamsia, glomerulonefritis atau funduskopi.
Gejala
Hipertensi esensial paling banyak dijumpai dengan tekanan darah sekitar 140/90 sampai 160/100. Gejala – gejala seperti kelainan jantung, arteriosklerosis, dan perdarahan otak timbul dalam waktu lama dan penyakit terus berlanjut. Gejala lain yang muncul, antara lain:
1.Kehamilan dengan hipertensi esensial akan berlangsung normal sampai aterm.
2.Pada kehamilan setelah 3 minggu, 30% wanita hamil akan menunjukkan kenaikan tekanan darahnya, namun tanpa gejala.
3.20% wanita hamil akan menunjukkan kenaikan tekanan darah yang mencolok, dapat disertai proteinuria dan edema (preeklamsia tidak murni) dengan keluhan sakit kepala, nyeri epigastrium, mual, muntah, dan gangguan penglihatan (visus).
Kewaspadaan kebidanan:
Pengakhiran kehamilan, baik yang muda maupun yang cukup bulan harus dipikirkan jika terdapat tanda – tanda hipertensi ganas (preeklamsia 200/120 atau preeklamsia berat), apalagi jika janin sudah meninggal dalam kandungan. Pengakhiran kehamilan ini sebaiknya dirundingkan antardisiplin ilmu dengan ahli penyakit dalam, apakah memang terdapat ancaman terhadap jiwa ibu.A
terimakasih buat artikelnya... sangat bermanfaat sob...
BalasHapushttp://cv-pengobatan.com/pengobatan-alami-radang-panggul/